Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Unimus

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Unimus Gelar Halal Bi Halal & Pengajian Idul Fitri 1438 Hijriah

Sekda Propinsi Jawa Tengah (Dr. Ir. Sri Puryono) memberikan sambutanSemarang | (13/07/16) Bertempat di Masjid At-Taqwa, keluarga besar Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar silaturahim halal bi halal dan pengajian bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan dihadiri oleh Sekda Propinsi Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah Badan Pembina Harian (BPH), Rektor Unimus (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd), para Wakil Rektor, beserta seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan karyawan Unimus. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mantan Rektor Unimus periode 2011-2015 (Prof. Dr. Djamaluddin Darwis, MA).

Tausiyah dari Drs.KH. Fahrur Rozi, M.AgSekda Propinsi Jawa Tengah yang sekaligus anggota BPH Unimus Dr. Ir. H. Sri Puryono dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan seperti Training Centre untuk mempersiapkan dan mewarnai 11 bulan berikutnya. Sementara itu Rektor Unimus mengungkapkan bahwa momen Idul Fitri bisa dijadikan momen kembali ke fitrah, kebersamaan dalam bekerja dan menjalankan tugas.

Suasana Halal Bi Halal Civitas Akademika Unimus dengan saling bersalamanMasih dalam nuansa Idul Fitri, tema halal bihalal kali ini mengambil tema “Menguatkan ukhuwah menuju Unimus mutu Unggul”. Kegiatan diawali dengan sholat dzuhur berjamaah dan tausyiyah oleh Drs. KH. Fahrur Rozi., M.Ag (Ketua PDM Kota Semarang). Melalui tausyiyahnya, KH Fahrur Rozi menyampaikan, momentum Idul Fitri diharapkan menjadi momen rekonsiliasi untuk membuat kehidupan kita kedepan jauh lebih baik dari sebelumnya. “Puasa Ramadan merupakan amal ibadah yang yang menuntut kejujuran luar biasa (tidak ada tanda khusus yang membedakan orang berpuasa dan tidaknya). Beda dengan ibadah lain seperti salat, haji, zakat dan lain-lain yang terkadang bisa dipamerakan pada orang lain” Ungkap KH Fahrur Rozi. “Kalau puasa Ramadan dengan semangat kejujuran luar biasa bisa diteruskan pada 11 bulan lainnya, maka tidak akan terjadi hal-hal buruk dilakukan manusia lewat kejujuran tersebut” tambahnya. Melengkapi tausiahnya KH Fahrur Rozi yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Walisongo tersebut mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan keunggulan yaitu luruskan niat apapun hanya untuk beribadah kepada Allah, melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan ridho dengan yang sudah ditentukan oleh Allah.

Sumber : UPT Kehumasan & Protokoleressay writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *