Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Deteksi dini penyakit tidak menular melalui Germas dan Posbindu

Mahasiswa FKM Unimus saat melakukan pemeriksaan kesehatan

Gubug, 28 Desember 2017, Mahasiswa program studi kesehatan masyarakat, Fakultas
Kesehatan Masyarakat Univedrsitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengadakan kegiatan
pengabdian masyarakat di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Kegiatan
dilakukan oleh mahasiswa peserta peserta Praktik Belajar Lapangan (PBL) didampingi oleh
dosen pembimbing akademi (Didik Sumanto, S.KM., M.Kes) dan dihadiri oleh Kepala Desa,
serta petugas bagian P2P (Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit) Puskesmas Gubug II.
Acara pengabdian masyarakat berupa sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan Pos
Pembinaan Terpadu (POSBINDU). Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat meliputi
penyuluhan deteksi dini penyakit tidak menular, pemberian makanan tambahan bagi lansia serta
pemeriksaan kesehatan berupa tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti
kadar kolesterol, asam urat, gula darah.
Dosen pembimbing lapangan dari FKM Unimus Didik Sumanto menyampaikan bahwa program
PBL yang sudah berjalan hampir 1 bulan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman
bagi mahasiswa dalam hal belajar langsung di masyarakat. “Melalui PBL mahasiswa dapat
mengaplikasikan kemampunan dalam membangun jejaring dengan masyarakat, tokoh
masyarakat, tokoh agama maupun petugas kesehatan Puskesmas dalam melakukan kegiatan
dalam bidang kesehatan” papar Didik. “Kegiatan POSBINDU yang dilakukan mahasiswa FKM
Unimus selanjutnya juga bisa ditindak lanjuti keberlangsungannya , oleh masyarakat. Kegiatan
POSBINDU yang sudah ada akan semakin bermanfaat bagi kesehatan masyarakat jika bisa
berjalan terus secara rutin didukung keterlibatan masyarakat dan bantuan pemerintah desa
dalam bidang kesehatan” tambanya.
Semantara itu Endriastuti mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, FKM menuturkan bahwa
dengan diadakannya kegiatan sosialisasi Germas dan Posbindu harapannya dapat terdeteksi
penyakit tidak menular melakukan pemeriksaan sedini mungkin. “Awalnya kegitan Posbindu
ditujukan kepada remaja di desa tersebut, akan tetapi hal tersebut kesulitan dalam hal
pengumpulan remaja, maka akan dilakukan penyuluhan secara door to door atau dengan
mendatangi organisasi– organisasi maupun forum remaja misalnya seperti Karang taruna di desa
tersebut. Saat ini Posbindu juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesehatan lanjut usia”
ungkapnya.

Reportase Upt Humas & Protokoler

Comments are closed.