Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Unimus Fasilitasi SMK Bekerja Sama Dengan M-U-T Industry Austria

Direktur IRO Unimus dan beberapa pimpinan SMKN 7 Semarang bersama Project Manager MUT Industry Austria

Semarang | IRO Unimus bersama Maschinen Umwelttechnik (MUT) Industry Austria, diwakili oleh Ryszard Derddowski (Project Manager) mengunjungi SMK N 7 Semarang dalam rangka menjajaki program pengembangan teknologi sebagai pilot project Teaching Factory (TEFA) pada 24 April 2018.

Maschinen Umwelttechnik (MUT) Industry Austria merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan teknologi diantaranya: municiple vehicles, conveying technology, environmental technology, sedangkan produk yang terkait dengan pendidikan diantaranya mekatronik, robotik, CNC machine dan peralatan yang mendukung green city.

Pada 4 April 2018 yang lalu pemerintah melalui Kementrian Perindustrian mencanangkan road map Making Indonesia 4.0, yang artinya bagi dunia pendidikan khususnya SMK dituntut siap menghadapi revolusi industri 4.0. Pengembangan Teaching Factory (TEFA) di SMK saat ini diarahkan dapat menuhi kebutuhan Industri 4.0. TEFA dikembangkan dalam rangka meningkatkan kompetensi skill lulusan SMK dan menjadikan bengkel kerja lebih produktif.

“Sinergi antara pemilik teknogi, universitas dan pendidikan vokasi sangat penting dalam mengjadapi era industri 4.0″ ungkap Doddy Urip Widodo Direktur TEFA Dev. Albasori (Waka Kurikulum SMK N 7 Semarang ” Kunjungan dari pihak Austria sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan SMK dalam memperkuat pengembangan kurikulum berbasis teknologi” tambahnya.

“IRO Unimus akan terus menjembatani SMK dalam menjalin kerjasama dengan Luar Negeri dalam rangka sinergi pengembangan mutu pendidikan” papar Muhammad Yusuf selaku Direktur IRO Unimus. Visi Unimus untuk menjadi Universitas yang berwawasan internasional tidak hanya di wujudkan dengan bekerjasama dengan instansi di luar negeri namun juga memfasilitasi instansi lain untuk melakukan program internasionalisasi.

Comments are closed.