Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

UM Banjarmasin Bench Marking Pengelolaan Rusunawa di Unimus

Dari kiri: Ketua BPH Unimus, Rektor UM Banjarmasin, Rektor Unimus, Ketua BPH Unimus dalam diskusi di rektorat Unimus

Semarang │(04/10/2018) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menerima kunjungan delegasi pimpinan dan pengurus Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Semarang. Kunjungan diterima oleh Rektor Unimus (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd), Wakil Rektor I (Dr. Sri Darmawati, M.Si), Wakil Rektor II (Dr. Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat), Ketua BPH (Drs. Widadi, SH) dan pengurus BPH Unimus. Rektor Unimus dalam sambutannya memperkenalkan Unimus kepada rombongan bahwa Unimus terdiri dari 8 fakultas dan 23 Program studi. “Saat ini Unimus memiliki rusunawa mahasiswa yang telah berubah menjadi Pondok Pesantren Putri Sahlan Rosjidi. Kedepan akan di bangun asrama berbentuk pondok pesantren untuk putra dan putri yang lokasinya di belakang pondok pesantren saat ini” tambah rektor. Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Prof. Dr. Ahmad Khairuddin, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa  kunjungan tersebut untuk silaturahim dan sharing pengalaman dengan Unimus dalam pengelolaan Rusunawa yang nantinya akan di jadikan bahan masukan dan tambahan prespektif dalam pengelolaan rusunawa / boarding University di UM Banjarmasin.

Delegasi UM Banjarmasin melakukan peninjauan ke Ponpes Putri Sahlan Rosjidi

Pada kesempatan tersebut Direktur Pesantren Putri Sahlan Rosjidi Drs. Rohmat Suprapto, M.Si memaparkan tentang pengelolaan Rusunawa yang telah beralih nama menjadi Ponpes Putri Sahlan Rosjidi Unimus. Melalui paparannya Rohmat mengungkapkan sistem pengelolaan, kompetensi lulusan dan pembiasaan santri putri Pesantren Putri Sahlan Rosjidi. “Ada beberapa pembiasaan yang di lakukan di pesantren / rusunawa putri yaitu shalat wajib, tadarus, shalat sunah rawatib, puasa sunah Senin Kamis, busana Islami, pergaulan Islami, menebarkan kebaikan dimanapun, aqidah, dll” papar Rohmat. “Saat ini mahasantri tinggal di pondok selama 1 tahun. Mereka di harapakan dapat mencapai empat kompetensi setelah lulus yaitu kompetensi keagamaan, kepemimpinan, kepribadian dan ketrampila kebahasaan” tambahnya. “Selain mendapat bekal ilmu agama, beberapa fasilitas yang di peroleh mahasantri adalah laundry maksimal 15 kg/ bulan, catering untuk buka puasa Senin-Kamis, kemanann 24 jam, juga wifi gratis” pungkasnya. Setelah kegiatan diskusi dan tanya jawab, 20 orang delegasi dari UM Banjarmasin melakukan kunjungan ke Ponpes Putri Sahlan Rosjidi di dampingi oleh Rektor Unimus.

 

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *