Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Public Hearing Pemilihan Rektor Unimus Periode 2019-2023

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi membuka acara sosialisasi pemilihan rektor

Semarang │Unimus (27/02/2019) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar sosialisasi dan public hearing pemilihan rektor Unimus periode tahun 2019-2023 pada Rabu (27/02). Ratusan orang terdiri dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan perwakilan mahasiswa Unimus serta tamu undangan hadir dalam acara yang bertema “Memperkokoh Ukhuwah Mencapai Unimus Unggul”. Hadirkan narasumber narasumber wakil ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Chairil Anwar, M.Si di gelar di Aula Gedung Fakultas Kedokteran Unimus. Hadir sebagai tamu undangan adalah ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs. M. Tafsir, M.Ag, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Muhammadiyah (PWA), Rektor Unimus ke-4 (Prof. Dr. H. Djamaludin Darwis serta perwakilan rekanan bank. Kegiatan dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd

Rektor Unimus Prof. Masrukhi dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan rektor Unimus periode ke-5 tahun 2015-2019 akan berakhir pada tanggal 23 Juli 2019, sesuai kaidah Pimpinan Pusat Muhammadiyah maka akan dilakukan proses pemilihan rektor oleh panitia.  “Kita mengupayakan pemilihan rektor agar pemilihan ini terselenggara secara berkualitas dengan beberapa indikator penting. Pertama ada regulasi jelas yang tersosialisasi dengan baik, kedua terlibat secara aktif dari seluruh civitas akademika, ketiga terpilihnya rektor Unimus periode 2019-2023 dengan tetap terjaga kekompakan dan kebersamaan” terang Prof. Masrukhi. “Harapan kedepan siapapun rektor yang terpilih bisa menjadikan Unimus lebih maju dan bermartabat. Indikator kampus bermartabat yaitu akreditasi institusi A dan dapat menjadi penggerak dakwah Islam serta menjadi penyinar keagaman dan kemuhammadiyahan di kalangan masyarakat” terang Rektor Unimus.

Dikemukakan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang bahwa Muhammadiyah memiliki mimpi yang sangat besar. “Mimpi menjadi sangat penting karena mimpi sebuah cita-cita. Unimus lahir paska krisis moneter pada tahun 1999 tentu harus memiliki mimpi yang besar dan menjadi unggul” jelas Prof. Chairil. Prof. Chairil memesankan agar civitas akademika Unimus menjalankan aktifitas prosesi kegembiaraan dan tetap menjaga ukhuwah dalam menyongsong pemimpin baru melalui kegiatan pemilihan rektor. “Ukhuwah merupakan hal penting dalam Muhammadiyah. Muhammadiyah membangun berbagai amal usaha sebagai bagian ukhuwah wathoniyah (membangun bangsa) dan memperhatikan ukhuwah insaniyah dengan memberikan bantuan kepada saudara yang sedang membutuhkan. Mimpi Muhammadiyah adalah untuk kemajuan bangsa dan dunia tidak hanya untuk kemajuan Muhammadiyah” terangnya. Prof. Chairil juga menegaskan bahwa pimpinan Muhammadiyah yang baik memberikan peluang kepada setiap sumber daya manusia, memperhatikan amanah dan memberikan perhatian yang konsisten. “Memilih kepemimpinan harus dilakukan dengan gembira, karena pemimpin yang berhasil maka instansi yang dipimpin juga akan berhasil” pungkasnya.

Prof. Dr. Chairil Anwar, M.Si Wakil Ketua PP Muhammadiyah berbicara pada public hearing pemilihan rektor Unimus

Dikemukakan oleh Ketua Penitia Pemilihan Rektor yang sekaligus ketua LSIK Unimus Drs. Rohmat Suprapto, M.Si bahwa schedule kegiatan pemilihan Rektor akan dilaksanakan 4 Maret sampai 22 April 2019 diawali dengan pengusulan bakal calon rektor dan diakhiri dengan pengusulan nama-nama Calon Rektor terpilih ke PP Muhammadiyah. “Pemilihan Rektor Unimus periode tahun 2019-2023 diharapkan dapat berbobot, berkualitas dan tidak mengurangi ukhuwah agar suasana akademik semakin baik” jelas Rohmat. Syarat calon rektor diputuskan dalam Keputusan Senat Unimus tanggal 08 Februari 2019 tentang Pemilihan Rektor Unimus pada 08 Februari 2019. “Syarat calon Rektor Unimus antara lain: (1) Taat beribadah dan mengamalkan ajaran Islam, (2) Setia prinsip perjuangan Islam, (3) Menjadi tauladan, (4) Memiliki pengalaman manajerial di PT sekurang-kurangnya Ketua Program Studi, (5) Telah menjadi anggota Muhammadiyah sekurang-kurangnya 5 tahun, (6) Tidak merangkap jabatan ormas dan orpol yang amal usahanya sama dengan Muhammadiyah, (7) Pendidikan minimal Doktor dengan Jabatan Fungsional Lektor, (8) Bersedia dicalonkan, (9) Sehat jasmani dan rokhani, (10) Tidak pernah di pidana, dan (11) Mendapatkan ijin dari pimpinan instansi (diluar Unimus)” terangnya.

 

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *