Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Pesan Sekum PP Muhammadiyah dalam Kajian Halal Bihalal di Unimus

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti, M.Si, M.Ed berfoto bersama Rektor Unimus, Wakil Rektor Unimus, Pengurus BPH Unimus, Pengurus PWM Jawa Tengah dan tamu undangan

Semarang | (14/06/19) Awali hari pertama bekerja usai libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, keluarga besar Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Halal Bihalal seluruh civitas akademika. Hadir menjadi pembicara adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti, M.Si, M.Ed . Kegiatan digelar di aula gedung Fakultas Kedokteran Unimus dihadiri ratusan orang terdiri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, pengurus  Badan Pembina Harian (BPH), jajaran pimpinan Unimus, dosen, karyawan, perwakilan mahasiswa Unimus beserta tamu undangan lain. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mantan Rektor Unimus periode 2011-2015 (Prof. Dr. Djamaluddin Darwis, MA).

Dr. Abdul Mu’ti, M.Si, M.Ed menyampaikan ceramah di hadapan civitas akademika Unimus

Dalam tausiyahnya Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menyampaikan bahwa kesempatan silaturahim halal bihalal adalah kesempatan untuk refreshing yaitu spiritual refreshing, social refreshing dan psychological refreshing. “Idul Fitri adalah momentum spiritual refreshing dengan melakukan upaya spiritual untuk menjadi manusia kepada fitrah, karena dengan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan kita melakukan ikhtiar melalui ibadah untuk menjadi hamba Allah yang bersih dari dosa, muttaqin dan selalu optimis terhadap masa depan kita. Spiritual refresing dikaitkan dengan QS Ali Imron ayat 135 bahwa ciri orang beriman adalah mereka yang apabila berbuat sesuatu yang mungkar mereka segera sadar dan memohon ampunan kepada Allah tidak mengulangi dosa yang sama” paparnya. “Psycological refreshing artinya bahwa Idul Fitri adalah moment liburan, moment berkumpul dengan keluarga dan moment kebahagiaan dan kebahagiaan adalah awal untuk merajut kehidupan yang lebih baik. “Yang ketiga Idul Fitri adalah momentum adalah social refreshing mengurangi kepenatan sosial dan polarisasi poitik yang luar biasa. Melalui moment Idul Fitri dapat dilakukan silaturahim untuk mengurangi kepenatan sosial, friksi politik dan meminimalkan gejala rasisme” tandasnya.

Dr. Abdul Mu’ti juga memesankan pentingnya menjaga kerukunan kebangsaan terlebih usai pelaksanaan Pemilu 2019. “PP Muhammadiyah yang mencetuskan dan mengajak agar elite politik segera berekonsiliasi dan bersilaturahim. Tujuannya agar masyarakat juga mengikuti, tidak ada lagi 01 dan 02, sekarang yang ada adalah kosong-kosong, saling silaturahim, saling memaafkan untuk menjaga keharmonisan. Social refreshing bermakna juga we start from zero terus bergerak satu dua dan seterusnya mencapai kemajuan” tuturnya. “Kekuatan kita bukan terletak pada kemampuan kita mengerjakan segala sesuatu seorang diri tapi terletak pada kemampuan kita dalam bekerjasama. Maka kita harus bergandeng tangan bekerja sama untuk kemajuan bangsa dan kemajuan ummat” tambahnya.

Sambutan Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah juga mengapresiasi  capaian yang sudah di raih Unimus meski usianya masih relatif muda. “Saat ini Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia, baru ada 6 yang institusinya sudah terakreditasi A. Mudah-mudahan dengan beragam terobosan, pembangunan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas SDM dosen hingga program studi harapan ini bisa terwujud pada 2020 mendatang” pungkasnya.

 

Sumber : UPT Kehumasan & Protokoler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *