Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Ponpes Putri Sahlan Rosjidi Unimus Lepas 207 Mahasantri

Direktur Ponpes Putri Sahlan Rosjidi Drs. Rohmat Suprapto, MSI menyampaikan laporan

Unimus │(29/07/2019)  Wakil Rektor III Unimus Dr. Drs. Samsudi Raharjo, MT didampingi  Direktur  Pondok Pesantren Putri Sahlan Rosjidi Drs. Rohmat Suprapto, MSI.  lepas 207 mahasantri. Pelepasan dilaksanakan pada Sabtu (27/07/2019) di aula RSGM Unimus. Ke-207 mahasantri tersebut telah “mondok” selama satu tahun di Ponpes Putri Sahlan Rosjidi Unimus. Hadir dalam acara tersebut Diktilitbang PP Muhammadiyah H. Ahmad Muttaqin, M.Ag, MA, Ph.D, Dewan Penasehat Ponpes (Drs. Widadi, Prof. Dr. Yusuf Suyono, MA; dan Drs. KH. Musman Tholib, M.Ag), jajaran pengelola Ponpes, Dekan dan Kaprodi di lingkungan Unimus, serta perwakilan orangtua mahasantri Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus.

“Mahasantri yang di lepas telah lulus pada beberapa kompetensi yaitu kompetensi ibadah, baca tulis Al-Qur’an, lancar tahsin Quran, hafal minimal 22 surat pendek (An-Naas sampai Adh-Dhuha) dan hafal 3 jenis ayat pilihan pada surat AlBaqarah (1-15, 255-257 atau 284-286), lancar conversation bahasa Inggris dan lulus percakapan sederhana bahasa Arab. “ ungkapkan Direktur Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus. “Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi telah melakukan treatment pada keterampilan Baca Tulis Al-Quran dan keterampilan Ibadah sehingga mengalami peningkatan yang signifikan karena lulusan Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus diharapkan dapat meningkatkan kompetensi keterampilan beragama, berkepribadian Islam, memiliki jiwa kepemimpinan, serta terampil dalam berbahasa Arab daan Inggris” tambah Rohmat

Mahasantri Ponpes Putri Sahlan Rosjidi Unimus mengikuti prosesi pelepasan

Pada acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada 10 santri terbaik. Menjadi 10 terbaik mahasantri yang dilepas yaitu: Annisa Kurnia Rahma (D3 Analis Kesehatan), Ayu Kunariyah (S1 Akuntansi), Siti Nurul Lailia (S1 Ilmu Gizi), Nurlaeli Ulfa (S1 Ilmu Keperawatan), Asih Yuliani Dewi (S1 Teknologi Pangan), Naimatul Izza (D4 Analis Kesehatan), Rahmalia Arka (S1 Ilmu Gizi), Tsamarah Qaulan Sadida (S1 Kesehatan Masyarakat), Garnis Mediana (S1 akuntansi), dan Rifki Alfia Nuriska (S1 Kedokteran Umum). 10 lulusan terbaik mendapatkan penghargaan dari Ponpes yang diberikan langsung oleh Wakil Rektor III didampingi Direktur serta mendapatkan tabungan pendidikan dari Bank Mandiri Syariah yang diberikan langsung oleh Branch Manager  Bank Mandiri Syariah (Bpk. Ahmad Nuruddin. Keluar sebagai best of the best atau Miss Ambassador of Islamic Society adalah Rifki Alfia Nuriska dari Fakultas Kedokteran. Penghargaan terakhir diberikan kepada musyrifah yang telah mendampingi mahasantri didik selama satu tahun. Penghargaan untuk musyrifah diberikan langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan branc manager BSM didampingi Direktur Ponpes.

Miss Ambassador of Islamic Society Rifki Alfia Nuriska dari Fakultas Kedokteran berfoto bersama Direktur Ponpes dan orang tua

“Pelajaran serta pengalaman yang didapatkan selama satu tahun di Asrama jangan hanya diterapkan di asrama saja, karena pada hakikatnya menjadi orang baik yang selalu istiqomah itu tidak mudah, untuk itu jangan pernah bosan menjadi orang baik”, demikian yang disampaikan Prof. Dr. Yusuf Suyono, MA selaku Dewan Penasehat Ponpes. Pun beliau juga menyampaikan meski Ponpes dianggap sebagai penjara suci, seorang mahasantri harus tetap memiliki panca jiwa sebagai ciri khas mahasantri; Jiwa Keikhlasan: berbuat sesuatu tanpa mengharap pamrih, jiwa kesederhanaan: melatih diri untuk hidup sederhana, kuat, sanggup, dan tabah, ketiga jiwa berdikari: kesanggupan menolong diri sendiri, jiwa ukhuwah islamiyah: persuadaraan yang baik dan jiwa bebas: mahasantri bebas dalam berpikir dan berbuat serta menentukan masa depan yang tentunya bebas di dalam garis-garis positif dan penuh tanggungjawab. Panca jiwa diharapkan menjadi bekal utama mahasantri dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat dipelihara dan dikembangkan sebaik-baiknya.

Sementara itu dikemukakan oleh H. Ahmad Muttaqin, M.Ag, MA, Ph.D dalam tausiyahnya bahw di dunia tidak ada yang benci pada orang yang baik, karena itu peliharalah kebaikan dan jangan pernah bosan jadi orang baik. “Orang yang baik ialah dia yang senantiasa menebarkan kebermanfaatan bagi orang lain sesuai dengan hadits Rasul Khirunnaas ‘Anfauhum Lin-Naas. Ketika menyanyikan lagu Sang Surya merupakan spirit agar selalu melakukan kebaikan, terus berprestasi, agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mahasantri Ponpes Putri KH Sahlan Rosjidi merupakan orang-orang pilihan, karena hanya 10% dari mahasiswa Unimus yang dapat tinggal di Asrama. Beberapa PTM saat ini telah melakukan itu untuk menunaikan tuntutan tersebut termasuk Unimus. Karena pada dasarnya kehidupan Akhirat jauh lebih penting daripada kehidupan duniawi” paparnya. Pesan untuk mahasantri yang disampaikan beliau jadilah alumni yang senantiasa membawa kebaikan di lingkungan tempat tinggal, yang mendapatkan penghargaan sebagai mahasantri terbaik semoga dapat meningkatkan prestasinya lebih baik lagi. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dewan Penasehat Ponpes (Drs. KH. Musman Tholib, M.Ag) serta foto bersama tamu undangan bersama musyrifah dan mahasantri.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *