Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Gubernur Jawa Tengah Isi Kuliah Umum Kebangsaan

Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo, SH, M.IP) tengah memberikan kuliah umum

Semarang │Unimus (10/09/2019) Sebanyak 2.559 mahasiswa baru Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kuliah umum kebangsaan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SH, M.IP. Kuliah umum bertajuk “Mengelola Keberagaman Memperteguh Kebangsaan” diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf (Masta) mahasiswa baru Unimus tahun akademik 2019/2020 yang dilangsungkan di Gedung Serba Guna Unimus.

Gubernur Jawa Tengah bersama Rektor Unimus

Gubernur membuka kuliah umum dengan menanyakan berbagai nama pahlawan nasional  berbagai latar belakang suku dan agama yang berbeda. “Kita semua tahu bahwa Pahlawan nasional kita banyak yang berbeda latar belakang budaya, suku dan agama dengan kita. Namun, kita tidak mempermasalahkan itu. Kita tetap menghargai dan menghormati mereka sebagai pejuang bangsa”ungkap pak Ganjar membuka kuliahnya. Salah satu cara kita menjaga persatuan lanjut Ganjar, adalah dengan menghormati dan menghargai perbedaan. “Siapapun orangnya, apapun agamanya, sukunya, semua adalah Indonesia” tegar Ganjar.

Dalam kuliahnya Gubernur Ganjar Pranowo juga menyampaikan bahwa pusaran ujaran kebencian atau hoax berkembang luas. “Guna menangkal itu, diperlukan jati diri bangsa, termasuk nilai keberagaman dan kebangsaan” tandar orang nomer satu di Jawa Tengah tersebut

Mahasiswa baru Unimus berdialog dengan Pak Ganjar

Melalui kegiatan tersebut Pak Ganjar juga mengajak mahasiswa untuk melakukan dialog interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan mahasiswa mulai dari upaya meningkatkan jiwa nasionalisme, upaya mencegah perpecahan.  Semua pertanyaan mampu dijawab Gubernur Ganjar dengan jelas dan lugas dan jelas. “Melalui karakter dan kecerdasan intelektual mahasiswa diharapkan dapat berpikir kritis dan melakukan konfirmasi terhadap kebenaran dari informasi yang didapat. Saring dulu sebelum sharing” terang Pak Ganjar menjawab pertanyaan mahasiswa.  Gubernur Jawa Tengah juga mengajak dan “menantang” mahasiswa untuk unjuk diri kepada dunia bahwa kita tidak mau di adu domba. “Kita ingin kedaulatan NKRI terus terjaga. Jangan mau diobok-obok dan dipecah belah” tandasnya.  “Mahasiswa baru Unimus yang ada di kota Semarang insyaallah akan menjadi sarjana-sarjana yang sukses dan hebat” pungkas Ganjar.

 

Reportase UPT Humas & Protokoler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *