Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

BEM FKM Unimus Kembangkan Desa Wisata Religi di Kabupaten Grobogan

Grobogan Ι (12/11/2019) Aktivitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tidak hanya seputar rapat, musyawarah atau diskusi saja, juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang yang memberdayakan masyarakat Desa Ngroto Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. untuk mengembangkan desanya. Melalui  kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang didanai oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti mereka mengemas kegiatan bertajuk “Pengembangan Desa Wisata Religi Ngroto melalui RUGUNA LANDING (Rumah Guna Pelatihan Branding)”. Diketuai oleh Eli Sahiroh (mahasiswa semester VII) dan beranggotakan lima belas mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Unimus, kegiatan bertujuan untuk mengembangkan Desa Ngroto menjadi desa wisata religi.

Disampaikan oleh Eli Sahiroh bahwa terdapat potensi besar yang menjadi kekuatan dalam program pengembangan desa. Potensi tersebut adalah berbagai bangunan religi Islami berarsitektur unik, budaya Islami masyarakat setempat juga sentra industri olahan tempe khas Desa Ngroto. “Budaya Islami berupa Malam Pitulasan, yang berisikan pengajian rutin setiap malam 17 berupa lantunan sholawat Nabi menjadi salah satu paket wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang ke Desa Ngroto. Pengembangan potensi desa wisata religi juga diikuti dengan pengembangan potensi kuliner oleh-oleh khas Desa Ngroto yang berasal dari sentra industri olahan tempe seperti keripik tempe dan tempe buntel” terang Eli.  “Desa Ngroto merupakan desa wisata religi yang banyak disinggahi tokoh-tokoh yang hebat. Mereka adalah orang  yang sudah sangat memumpuni ilmunya sehingga dapat menjadikan Desa Ngroto seperti sekarang ini, antara lain simbah Abdurrahman Ganjur, Simbah Khamdin, Kiyai Siradjudin dan K.H Abdul Munir. Tiga tokoh agama yang bersejarah tersebut menambah potensi Desa Ngroto menjadi desa tujuan wisata religi semakin besar” tambah Eli.

“Program ini menggunakan metode Participatory Rapid Appraisal (PRA) suatu metode yang digunakan untuk menganalisis situasi, perencanaan, dan implementasi program dengan melibatkan masyarakat dalam mengembangkan desanya sendiri” terang Nurina Dyah Lasarati, SKM, M.Kes selaku dosen pembimbing. Lebih lanjut diterangkan oleh Nuriina bahwa berbagai pengembangan telah dilakukan oleh tim mahasiswa FKM Unimus antara lain debga pengembangan website, pemasangan papan informasi sejarah, pembuatan brosur desa wisata religi, pembuatan buku tentang desa Ngroto, pencetakan buku pelatihan packaging, pelatihan inovasi olahan tempe dan bazar produk olahan tempe. “Hasil dari program ini adalah terbentuknya desa wisata religi yang memiliki oleh-oleh khas Ngroto. Harapannya setelah dilakukan pembinaan dan pengembangan desa Ngroto akan menambah income generating masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dan meningkatkan pendapatan asli daerah” pungkas Nurina.

Reportase UPT Kehumasan dan Keprotokoleran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *