Semarang | Sebanyak 163 mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali (IKes Rajawali) Bandung berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Senin (31/8/2026). Kunjungan akademik tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk melihat langsung pengelolaan pendidikan, fasilitas pembelajaran, hingga praktik akademik di Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) UNIMUS.

Rombongan IKes Rajawali Bandung terdiri atas mahasiswa Program Studi D3 dan D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) serta S1 Gizi. Mereka datang bersama jajaran dosen, Ketua LPPM, penjaminan mutu, dan para ketua program studi.


Kedatangan rombongan diterima Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., bersama Wakil Dekan FIKKES, para ketua program studi S2 TLM, S2 Gizi, Sarjana Terapan TLM, D3 TLM, Keuaprodi Gizi, dosen, serta sivitas akademika TLM UNIMUS.


Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan IKes Rajawali Bandung menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UNIMUS. Kunjungan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga memberikan pengalaman dan inspirasi bagi mahasiswa maupun dosen melalui pertukaran pengetahuan secara langsung.

Sementara itu, Wakil Dekan I FIKKES UNIMUS menyampaikan selamat datang kepada rombongan IKes Rajawali Bandung. Ia mengungkapkan kebanggaan karena FIKKES UNIMUS menjadi salah satu tujuan kunjungan akademik dari perguruan tinggi kesehatan di luar daerah.

Dalam kesempatan tersebut, FIKKES UNIMUS juga memperkenalkan profil fakultas, mulai dari visi dan misi, tujuan pendidikan, hingga berbagai keunggulan yang dimiliki. Rombongan diperkenalkan dengan fasilitas pembelajaran, ruang kelas, laboratorium, serta sarana pendukung pendidikan lainnya.


Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa menjelaskan, FIKKES menjadi salah satu fakultas dengan jumlah program studi yang cukup besar di lingkungan UNIMUS. Dari total 48 program studi yang dimiliki UNIMUS, sebanyak 16 program studi berada di bawah FIKKES.

“UNIMUS saat ini memiliki sekitar 17.800 mahasiswa aktif, dan sekitar 30–40 persen di antaranya berada di FIKKES,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan akademik seperti ini penting untuk membuka ruang berbagi pengalaman antarlembaga pendidikan. Rombongan IKes Rajawali dapat melihat secara langsung bagaimana sistem tata kelola, pembelajaran, serta pengelolaan fasilitas pendidikan diterapkan di UNIMUS.


“Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu. Kita bisa saling berbagi dan saling melengkapi. Ambil hal-hal positif dari masing-masing institusi untuk bersama-sama maju,” pesannya kepada para peserta.
Selain sesi sambutan dan pemaparan profil, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum atau kuliah tamu di masing-masing program studi. Mahasiswa juga diajak berkeliling melihat fasilitas pendidikan, khususnya laboratorium dan sarana pembelajaran yang digunakan Program Studi TLM dan Gizi UNIMUS.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa IKes Rajawali Bandung untuk mendapatkan gambaran secara langsung mengenai proses pendidikan TLM dan Gizi di UNIMUS. Di sisi lain, kegiatan ini membuka peluang terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi.


Melalui kunjungan akademik tersebut, UNIMUS dan IKes Rajawali Bandung diharapkan dapat terus membangun hubungan kelembagaan yang saling menguatkan. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan menjadi bekal bagi dosen maupun mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di masa mendatang.

Loading