Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International Conference on Science and Technology (ISOSCIENTECH) 2026. Mengusung tema Innovative Technologies for Sustainable and Smart Built Environment, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, hingga pengelola jurnal ilmiah dari berbagai institusi untuk membahas perkembangan terbaru di bidang sains dan teknologi, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Fakultas Teknik bersama Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) tersebut dihadiri Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, S.STP., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Syamsudi Rahardjo, S.T., M.M., Dekan FIKOMDIGI Dr. Munsyarif, S.Kom., M.Kom., dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi. ISOSCIENTECH 2026 juga menghadirkan keynote speaker dan invited speaker dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan yang membagikan pengalaman, hasil penelitian, serta pandangan mengenai tantangan dan peluang perkembangan teknologi di tingkat global.

Ketua panitia Prof. Dr. Edi Winarno menjelaskan, ISOSCIENTECH dirancang sebagai forum akademik yang mempertemukan para peneliti dan praktisi untuk berbagi hasil riset, gagasan ilmiah, inovasi teknologi, serta solusi aplikatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada penyelenggaraan yang kedua ini, kami berharap ISOSCIENTECH terus berkembang menjadi forum internasional yang berkelanjutan. Tidak hanya memperkuat publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, asosiasi profesi, peneliti, serta praktisi,” ujarnya.

Selain sesi pleno yang menghadirkan para pembicara utama, konferensi juga dilanjutkan dengan sesi paralel. Pada sesi ini, para peneliti mempresentasikan hasil riset, inovasi, serta berbagai kontribusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan sains dan teknologi. Panitia mendorong seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, bertukar gagasan, memberikan masukan yang konstruktif, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi penelitian lintas institusi maupun lintas negara.

Menurut Prof. Edi, kekuatan sebuah konferensi ilmiah tidak hanya terletak pada banyaknya makalah yang dipresentasikan, tetapi juga pada kualitas diskusi dan jejaring akademik yang terbentuk. Dari forum seperti inilah berbagai kerja sama penelitian, publikasi bersama, hingga inovasi baru dapat lahir.

Tidak hanya menghadirkan konferensi ilmiah, ISOSCIENTECH 2026 juga dirangkaikan dengan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Asosiasi Pengelola Jurnal Informatika dan Komputer (APJIKOM) dengan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Workshop tersebut menghadirkan pakar nasional yang membahas tata kelola editorial, proses peer review, etika publikasi, strategi pengindeksan, hingga pengembangan jurnal bereputasi internasional. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengelola jurnal ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, S.STP., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital dan rekayasa telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara manusia belajar, bekerja, hingga menciptakan inovasi.

“Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Tantangan kita adalah memastikan teknologi dikembangkan secara bertanggung jawab, berlandaskan etika, dan berkelanjutan. Sementara peluangnya adalah membangun kolaborasi yang mampu melahirkan solusi inovatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan UNIMUS melalui penguatan kelembagaan dengan hadirnya Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI), yang kini berdiri sebagai fakultas tersendiri dan berkolaborasi erat dengan Fakultas Teknik dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, serta inovasi berbasis teknologi.

“FIKOMDIGI bersama Fakultas Teknik memiliki peran strategis dalam memperkuat riset kolaboratif, mendorong inovasi digital, dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri serta transformasi digital di masa depan,” jelasnya.

Muhammad Yusuf berharap ISOSCIENTECH dapat terus menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan ISOSCIENTECH 2026, UNIMUS kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik global, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mendorong lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di era modern.

Loading