Semarang | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menorehkan kontribusi nyata dalam pemenuhan tenaga kesehatan nasional dengan menggelar Angkat Sumpah Dokter Periode ke-45 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II UNIMUS tersebut diikuti oleh 54 dokter baru yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran senat universitas, pimpinan fakultas, dosen, serta sivitas akademika FK UNIMUS. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, direktur rumah sakit jejaring pendidikan, serta orang tua dan wali para lulusan.

Dalam laporannya disampaikan bahwa hingga Angkat Sumpah Dokter Periode ke-44, FK UNIMUS telah meluluskan 815 dokter yang kini mengabdi di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode ke-45 ini, sebanyak 54 calon dokter dinyatakan lulus berdasarkan hasil Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Program Profesi Dokter (UKNPPD) Periode Februari 2026 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Tim Ad Hoc UKNPPD Nomor 006/SK Tim Ad Hoc/UKNPPD/4/2026 tertanggal 2 April 2026. Dengan demikian, total lulusan dokter FK UNIMUS hingga saat ini mencapai 869 dokter.

Dekan FK UNIMUS, Dr. dr. Aisyah Lahdji, M.M., M.M.R., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para dokter baru yang telah berhasil melewati proses pendidikan akademik dan praktik klinik yang panjang serta penuh tantangan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras yang luar biasa. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di FK UNIMUS. Terima kasih juga kami sampaikan kepada rumah sakit jejaring, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga mencapai titik keberhasilan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa FK UNIMUS tidak hanya mempersiapkan lulusan yang kompeten secara akademik dan klinis, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Melalui berbagai program pembelajaran, termasuk pelatihan kesehatan kerja (Hiperkes), para lulusan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menurutnya, sumpah dokter bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan dalam sebuah seremoni, melainkan janji suci yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, sesama manusia, dan profesi kedokteran.
“Saya berpesan agar para dokter baru terus memperbarui ilmu pengetahuan, menjaga kehormatan profesi, serta memelihara kepercayaan masyarakat. Sebab kepercayaan adalah modal utama seorang dokter, dan setiap upaya membantu, merawat, serta menyembuhkan sesama merupakan bentuk ibadah,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dokter merupakan momentum yang membanggakan sekaligus menjadi titik awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
“Pengucapan sumpah dokter ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi pertemuan antara ilmu, amanah, dan kemanusiaan. Gelar dokter yang disandang memiliki makna yang sangat tinggi dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Prof. Budi juga mengingatkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama masa pendidikan harus terus dikembangkan melalui pembelajaran sepanjang hayat. Ia menambahkan bahwa UNIMUS terus berupaya menjaga mutu pendidikan kedokteran, yang tercermin dari capaian kelulusan 100 persen dalam uji kompetensi nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp.H.Onk.(K), FINASIM, mengajak para dokter baru untuk senantiasa meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus menjaga sikap dan integritas dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, dokter yang kompeten tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan (knowledge), tetapi juga oleh sikap (attitude) dan kemampuan membangun kolaborasi yang baik dalam pelayanan kesehatan.
“Seorang dokter harus terus belajar, memiliki sikap yang baik, serta mampu bekerja sama dalam tim. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan perlakukan setiap orang dengan penuh penghormatan, karena hakikat profesi ini adalah memanusiakan manusia,” pesannya.

Dengan digelarnya Angkat Sumpah Dokter ke-45 ini, FK UNIMUS kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang unggul, profesional, berakhlak Islami, serta siap mengabdikan diri untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.
![]()