Semarang, 2025 – Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2025. Tim UNIMUS berhasil lolos pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) Belmawa Kemendikbudristek melalui karya inovatif berjudul “EMONG: Aplikasi Cerdas Monitoring Kesehatan Mental melalui Analisis Emosi Wajah Siswa SMA Berbasis Deep Learning.” Tim yang beranggotakan Fahrurrozi Naim Syafii, Fadel Ardyatama, Rizky Rivaldy, Rifky Rochman, dan Nesya Meilita, dengan Muhammad Sam’an, S.Si., M.Mat. sebagai dosen pembimbing, mengembangkan EMONG sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mendeteksi kondisi emosional siswa melalui analisis ekspresi wajah secara otomatis dan real time.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu guru, konselor, dan orang tua dalam melakukan pemantauan kondisi emosional siswa secara lebih efisien dan akurat. Dengan sistem berbasis deep learning, EMONG mampu mengidentifikasi ekspresi wajah dan memberikan hasil analisis yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dan pendampingan psikologis bagi siswa. Sebagai bagian dari tahap pengujian, tim juga melakukan simulasi penerapan EMONG di SMK Muhammadiyah 2 Semarang untuk melihat efektivitas sistem dalam lingkungan pendidikan nyata. Melalui kegiatan ini, tim memperoleh berbagai masukan dari pihak sekolah guna menyempurnakan kinerja aplikasi sebelum diterapkan secara lebih luas. Pengembangan EMONG dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui inovasi ini, diharapkan pihak sekolah dapat lebih mudah memahami kondisi psikologis peserta didik, serta mampu melakukan tindakan pencegahan dini terhadap potensi permasalahan emosional yang mungkin muncul. Dengan adanya inovasi ini, siswa diharapkan dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang lebih optimal dalam menjaga keseimbangan mental dan emosionalnya. Selain menjadi sarana pendukung dalam dunia pendidikan, EMONG juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup masyarakat. Inovasi ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti lainnya untuk terus berkarya.

![]()