Semarang | 29 April 2026 — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungmundu 2 milik Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ditetapkan sebagai dapur percontohan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penetapan ini ditandai dengan kunjungan delegasi dari 11 negara ASEAN yang datang untuk mempelajari praktik terbaik (best practice) pengelolaan dapur SPPG di Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN ID Nutrient Forum, yang bertujuan memperkenalkan sistem pengelolaan pemenuhan gizi, khususnya bagi anak sekolah, kepada negara-negara kawasan dan mitra internasional.
Selama kunjungan, para delegasi meninjau secara langsung berbagai aspek operasional dapur, mulai dari fasilitas, proses persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Dapur SPPG Kedungmundu 2 sendiri telah beroperasi sejak Januari 2026 dan kini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat di wilayah Kedungmundu dan sekitarnya.

Wakil Rektor IV Unimus, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa keberadaan dapur ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas masa depan melalui layanan gizi yang optimal. “Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Arinta Puspitasari, yang mendampingi delegasi, menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi sarana berbagi pengalaman antarnegara. “Kegiatan ini membawa peserta dari negara ASEAN, mitra, hingga organisasi internasional untuk melihat langsung praktik baik yang dapat diadaptasi guna memperkuat program nutrisi, khususnya bagi anak sekolah,” jelasnya.

Selain di Unimus, delegasi juga mengunjungi dua lokasi lainnya, yakni dapur di Polda Jawa Tengah dan dapur Padalangan Banyumanik. Dari hasil peninjauan, para peserta menilai sistem pengelolaan dapur di Indonesia telah tertata dengan baik, mulai dari penyimpanan bahan, proses pengolahan, hingga kebersihan dan kerapian fasilitas.

Para delegasi diharapkan dapat membagikan pengalaman dan temuan selama kunjungan kepada pemangku kepentingan di negara masing-masing, sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program SPPG di Indonesia.
Sejumlah peserta juga menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah. Program ini dinilai memiliki koordinasi lintas kementerian yang solid di bawah Badan Gizi Nasional, sehingga mampu mendorong distribusi makanan bergizi hingga ke berbagai pelosok daerah.
![]()