
Semarang, unimus.ac.id – Dosen Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Fatkhurokhman Fauzi, S.Si., M.Stat., mempresentasikan hasil awal riset tentang hubungan aktivitas fotosintesis tanaman dan produksi padi di Pulau Jawa dalam Climate Engineering – Gordon Research Conference 2026. Forum ilmiah internasional ini berlangsung pada 21–26 Juni 2026 di Grand Summit Hotel at Sunday River, Newry, Maine, Amerika Serikat, dengan tema Bridging Observations, Models, and Impacts in Solar Radiation Modification Research.

Risetnya, yang dipaparkan dalam bentuk poster ilmiah, berjudul Hydroclimatic Controls on Solar-Induced Chlorophyll Fluorescence under Climate Change and Solar Radiation Management Scenarios in Java. Penelitian ini memanfaatkan data satelit tentang fluoresensi klorofil, yaitu sinyal cahaya yang dipancarkan tanaman saat berfotosintesis, sebagai indikator kondisi vegetasi. Riset ini didanai oleh Degrees Modelling Fund dengan dukungan Degrees Initiative dari Inggris.

Salah satu temuan awalnya menunjukkan bahwa sinyal vegetasi paling erat kaitannya dengan produksi padi ketika diamati dua bulan sebelum panen. Koefisien korelasinya naik dari 0,20 pada pengamatan tanpa jeda waktu menjadi 0,68 pada jeda dua bulan, dan model yang memasukkan variabel iklim berjeda meningkatkan akurasi prediksi sekitar 33 persen. Temuan ini membuka peluang pemantauan dini panen padi. Adapun proyeksi masa depan pada skenario iklim RCP4.5 dan skenario simulasi rekayasa iklim G4 menunjukkan respons vegetasi yang beragam antarwilayah Jawa. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur cenderung positif, sedangkan sebagian Jawa Barat lemah atau negatif. Para peneliti menegaskan bahwa ini masih hasil awal dan belum berarti rekayasa iklim menguntungkan pertanian.
Riset yang berangkat dari data dan pemodelan statistika untuk membaca risiko pangan ini menunjukkan bagaimana kerja akademik dosen UNIMUS terhubung dengan persoalan nyata masyarakat, yakni produksi beras di pulau berpenduduk terpadat di Indonesia.
![]()