Semarang | Komitmen Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dalam memperkuat internasionalisasi, riset bereputasi, dan pembangunan kampus berkelanjutan kembali diwujudkan melalui partisipasi dosennya pada forum ilmiah internasional bergengsi. Fatkhurokhman Fauzi, S.Si., M.Stat., dosen Program Studi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian (FSTP) UNIMUS, mengikuti Climate Engineering – Gordon Research Conference (GRC) 2026 yang berlangsung pada 21–26 Juni 2026 di Grand Summit Hotel at Sunday River, Newry, Maine, Amerika Serikat.

Gordon Research Conference merupakan salah satu forum ilmiah internasional bergengsi yang mempertemukan para peneliti dari berbagai negara untuk membahas perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan. Tahun ini, konferensi mengangkat tema “Bridging Observations, Models, and Impacts in Solar Radiation Modification Research” yang membahas berbagai aspek penelitian Solar Radiation Modification (SRM) sebagai salah satu pendekatan ilmiah dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam konferensi tersebut, peserta mendiskusikan hasil-hasil penelitian terbaru mengenai observasi iklim, pemodelan, analisis dampak lingkungan, hingga tata kelola dan kebijakan rekayasa iklim. Kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kolaborasi riset lintas negara.

Fatkhurokhman Fauzi mengatakan bahwa keikutsertaannya memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga sekaligus memperluas jejaring penelitian internasional.

“Konferensi ini memberikan kesempatan untuk mempelajari perkembangan terbaru di bidang rekayasa iklim sekaligus membangun kolaborasi dengan para peneliti dunia. Saya semakin melihat pentingnya statistika dan sains data dalam mendukung riset perubahan iklim serta menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan ditindaklanjuti melalui penguatan riset perubahan iklim, pengembangan publikasi internasional, serta kolaborasi akademik yang mendukung program kampus berkelanjutan di UNIMUS.

Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah mendukung peningkatan capaian UI GreenMetric World University Rankings melalui penguatan riset lingkungan, pengelolaan data keberlanjutan, efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, transportasi ramah lingkungan, serta pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, UNIMUS juga mendorong pembentukan Pusat Studi Climate Change and Future Sustainability sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin dalam bidang perubahan iklim, kesehatan, pangan, energi hijau, kebijakan, dan pendidikan. Pusat studi ini diharapkan mampu memperkuat penelitian, publikasi, inovasi, serta dokumentasi berbagai program yang mendukung indikator UI GreenMetric.

Partisipasi dosen UNIMUS pada forum ilmiah internasional ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan reputasi global, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan riset yang memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan penguatan posisi UNIMUS sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional.

Loading