Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali melepas mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) di Malaysia, Senin (31/8/2026). Pelepasan mahasiswa KKN KI tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan doa pagi rutin sivitas akademika Unimus, Senin pagi. Pelepasan dikomandoi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimus, Prof. Dr. Purnomo, M.Eng.

Program KKN KI menjadi salah satu upaya Unimus memperluas pengalaman mahasiswa melalui kegiatan pengabdian di lingkungan internasional. Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk membantu pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, seperti melalui Sanggar Belajar. Selain itu mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.

Selain pengabdian, kegiatan tersebut juga dapat dikolaborasikan dengan penelitian maupun proyek kemanusiaan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata selama berada di Malaysia.

Wakil Rektor I Unimus, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa menjaga kesehatan selama menjalankan program.

Ia juga meminta mahasiswa memahami dan mengamalkan pembekalan yang telah diberikan sebelum keberangkatan. Menurutnya, bekal tersebut penting agar mahasiswa mampu menjalankan tugas dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di tempat mereka mengabdi.

“Jaga kesehatan dan pahami pembekalan yang sudah diberikan. Semoga selama di sana kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Prof. Budi juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap selama berada di negara lain. Setiap peserta diminta mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku di Malaysia serta menjaga etika dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Ketika berada di negara lain, patuhi aturan yang ada. Jaga sikap dan nama baik almamater,” tegasnya.

Melalui KKN KI, Unimus berharap mahasiswa memperoleh pengalaman pengabdian dalam lingkungan yang lebih luas sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa di Malaysia diharapkan tidak hanya membawa nama Unimus, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat lintas negara.

 

Loading