Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali memperkuat komitmennya dalam internasasionalisasi pendidikan melalui pelepasan enam mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS), Taiwan. Program tersebut akan berlangsung pada 9–21 Agustus 2026.

Dalam laporannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimus, Prof. Dr. Purnomo, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa minat mahasiswa untuk mengikuti program internasional, khususnya KKN Internasional, terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menjadi indikator semakin besarnya antusiasme mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus pengabdian masyarakat di tingkat global.

 

Enam mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai program studi, yakni dua mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, satu mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat, dua mahasiswa S1 Informatika, dan satu mahasiswa S1 Keperawatan. Mereka dijadwalkan berangkat dari Semarang pada 8 Agustus 2026 dan akan menjalankan berbagai aktivitas akademik serta pengabdian masyarakat di Taiwan mulai 9 hingga 21 Agustus 2026. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Arif Vranada.

Prof. Purnomo berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama antara Unimus dan NTUNHS. Menurutnya, kolaborasi ke depan dapat diperluas melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga publikasi ilmiah internasional.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa LPPM Unimus telah menyiapkan program KKN Internasional berikutnya dengan memberangkatkan sepuluh mahasiswa ke Malaysia pada November mendatang. Sementara itu, program KKN Reguler saat ini masih berlangsung di Kabupaten Grobogan, disusul KKN Tematik yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Mahasiswa tentu akan merasa bangga karena mendapat kesempatan, kepercayaan, sekaligus arahan langsung dari pimpinan universitas sebelum menjalankan tugas di luar negeri. Mereka juga akan bergabung dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara,” ujarnya.

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. berpesan agar para peserta KKN mampu menunjukkan jati diri sebagai mahasiswa Unimus yang unggul, dan percaya diri saat berinteraksi dengan mahasiswa internasional.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Internasional. Tunjukkan rasa percaya diri ketika berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Buktikan bahwa mahasiswa Unimus memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi di tingkat global,” pesan Rektor.

Rektor juga mengajak para mahasiswa untuk menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Ia menyoroti masih adanya warga negara Indonesia, khususnya pekerja migran, yang menghadapi persoalan buta huruf.

“Di Taipei masih terdapat warga Indonesia yang membutuhkan pendampingan literasi. Jadikan kondisi tersebut sebagai bagian dari program pengabdian. Di Gedung 103 lantai 1 Taipei juga telah berjalan program pembelajaran bagi pekerja migran Indonesia yang buta huruf. Ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik,” katanya.

Selain itu, Rektor mendorong mahasiswa untuk menjalin komunikasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan guna mengembangkan berbagai kegiatan pendidikan masyarakat, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ia juga berharap hubungan dengan NTUNHS tidak berhenti pada program KKN, tetapi berkembang menjadi kerja sama akademik yang lebih luas, seperti riset kolaboratif dan publikasi ilmiah bersama.

PUnimus terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mendorong mahasiswa memiliki wawasan global, sekaligus menghadirkan kontribusi bagi masyarakat lintas negara melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Loading