Semarang | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar Pelantikan Bersama Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UNIMUS dan Pimpinan Komisariat IMM Az Zahrawi, yang dirangkai dengan rapat koordinasi, sebagai momentum estafet kepemimpinan untuk melanjutkan nilai-nilai filantropi dan penguatan gerakan kemahasiswaan.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya masa kepemimpinan baru di lingkungan IMM UNIMUS, sekaligus ruang konsolidasi organisasi guna memperkuat peran komisariat sebagai ujung tombak gerakan. Korkom IMM UNIMUS tercatat membawahi sembilan komisariat, menjadikannya koordinator komisariat terbesar di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Taufikurohman, S.Kom., Selaku Ketua Komisariat IMM Unimus tahun 2024-2025 menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan sejak IMM berdiri pada 1964. Menurutnya, IMM lahir karena sebab-sebab historis dan kebutuhan zaman, sehingga relevansi gerakan harus terus dijaga dari tahun ke tahun. “Pertanyaan mendasar hari ini adalah apakah IMM masih dibutuhkan oleh mahasiswa. Jawabannya terletak pada kemampuan komisariat merelevansikan gerakan dengan keilmuan yang dipelajari mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, IMM harus terus dikembangkan sebagai gerakan penyadaran, khususnya di bidang pendidikan. Kepemimpinan di tingkat komisariat, lanjutnya, merupakan bentuk pengkaryaan diri yang menuntut keberanian, dedikasi, serta konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai IMM. “Selamat kepada para punggawa komisariat yang baru. Amanah ini harus dijalankan sesuai tujuan dan cita-cita organisasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian IMM UNIMUS yang dinilainya telah mencatat sejarah melalui keberhasilan berturut-turut lolos Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). “Ini menunjukkan bahwa ormawa mampu memanajemen anggota dan mengasah kapasitas untuk menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Ia berharap ke depan IMM UNIMUS dapat terus mengembangkan program-program PPK Ormawa dalam berbagai bentuk kegiatan sebagai komitmen berkelanjutan. Dr. Eny juga menekankan pentingnya filantropi yang berjalan beriringan dengan intelektualitas, agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Intelektual harus diberdayakan agar menghadirkan kebermanfaatan. Kegiatan ormawa melatih kepemimpinan dan pengabdian bagi umat sesuai nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang sukses berangkat dari kemampuan memimpin diri sendiri. Tujuan lahirnya IMM, menurutnya, adalah mencetak intelektual yang mampu memberi pengaruh positif bagi umat.

Pelantikan ini sekaligus meneguhkan Trilogi IMM—Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas, sebagai landasan gerak organisasi dalam membentuk kader yang beriman, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Reportase Humas Unimus (tri)

Loading