Semarang | 4 Mei 2026 , Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Gedung Rektorat, Senin (4/5). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan, sebagai bentuk refleksi bersama atas peran strategis pendidikan dalam pembangunan bangsa.

Upacara yang memperingati Hardiknas setiap 2 Mei tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Rektor III Unimus, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum Hardiknas sebagai sarana memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga transformasi nilai, karakter, dan peradaban. “Pendidikan di perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis. Kampus bukan sekadar ruang akademik, tetapi juga pusat pembentukan karakter, pengembangan inovasi, dan agen perubahan sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah pengembangan Unimus sejalan dengan visi menjadi universitas unggul berkarakter Islam berkemajuan, berbasis teknologi, dan bereputasi internasional. Menurutnya, visi tersebut harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara integratif.

Lebih lanjut, Dr. Eny menyoroti pentingnya implementasi konsep pendidikan yang berakar pada nilai-nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh. Nilai tersebut dinilai relevan dalam membentuk insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, spiritualitas yang kuat, dan tanggung jawab moral.

Dalam konteks kekinian, ia juga mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan perguruan tinggi. Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berbasis pengalaman, sehingga mahasiswa mampu berpikir kritis serta menghasilkan solusi inovatif bagi masyarakat. “Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, Unimus memiliki peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran adaptif dan inovatif. Teknologi harus menjadi ekosistem yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan akses global terhadap ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan lima langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Unimus, meliputi penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas dosen dan budaya akademik, penguatan karakter Islam berkemajuan, hilirisasi riset dan inovasi, serta perluasan jejaring internasional.

Menutup amanatnya, Eny menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan visi besar universitas tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga komitmen seluruh sivitas akademika. “Diperlukan pola pikir maju, mental tangguh, dan misi yang lurus untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan berdampak,” tegasnya.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, Unimus berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

Loading