Rektor UNIMUS Jadi Narasumber Semarang Menyapa, Bahas Momentum Piala Dunia sebagai Simbol Kebangkitan Sepak Bola dan Persatuan
Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi tuan rumah dialog publik Semarang Menyapa bersama RRI Pro 1 Semarang pada Senin (25/5/2026) di Gedung Kuliah Bersama 1 lantai 3 Universitas Muhammadiyah Semarang. Mengangkat tema “Momentum Gelaran Piala Dunia sebagai Simbol Kebangkitan Sepak Bola, Nasionalisme, dan Persatuan”, kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi mengenai sepak bola sebagai kekuatan olahraga yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dialog menghadirkan Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Tengah Dr. Abdul Kholik, S.H., M.Si., serta Ketua Umum Supporter Semarang Extreme (SNEX) Fredy Chandra P. Acara dipandu host Nadira dan disiarkan langsung melalui RRI Pro 1 Semarang 89.0 FM serta kanal digital RRI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Masrukhi menyampaikan bahwa olahraga saat ini telah berkembang bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi tontonan sekaligus industri yang memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat.

“Olahraga sekarang ini sudah menjadi tontonan sekaligus industri olahraga. Tetapi dari tontonan olahraga itu juga lahir semangat kebersamaan yang sangat kuat di masyarakat,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai pembinaan olahraga di lingkungan kampus, Prof. Masrukhi menjelaskan bahwa UNIMUS memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), termasuk UKM olahraga di berbagai cabang seperti sepak bola, basket, bola voli, tenis meja, hingga pencak silat.
“Kami sangat mendukung upaya pengembangan olahraga mahasiswa. Karena kami memandang manusia paripurna itu harus ditopang oleh empat pilar yang berkembang seimbang, yaitu olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga,” jelas Prof. Masrukhi.
Menurutnya, olahraga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa karena di dalamnya terdapat nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
“Olahraga itu sangat erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Dari olahraga akan lahir pribadi-pribadi yang sportif, bertanggung jawab, dan disiplin,” tambahnya.

Prof. Masrukhi juga menyoroti pentingnya pembinaan sepak bola Indonesia dari sisi fasilitas dan sistem rekrutmen atlet yang objektif. Ia menilai kualitas sepak bola nasional akan semakin berkembang jika proses pembinaan dilakukan secara profesional berdasarkan prestasi.
“Yang perlu diperkuat adalah fasilitas yang memadai dan rekrutmen yang objektif. Tim harus dibangun atas dasar prestasi, bukan karena kedekatan tertentu. Kalau itu dijaga, kualitas olahraga kita akan semakin maju,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Jawa Tengah Dr. Abdul Kholik menyampaikan optimismenya terhadap peluang Tim Nasional Indonesia untuk tampil di Piala Dunia. Menurutnya, perkembangan sepak bola Indonesia menunjukkan kemajuan yang menjanjikan dengan hadirnya pemain diaspora yang memperkuat tim nasional.
“Kita sudah hampir masuk ke Piala Dunia. Sudah saatnya kita mengumpulkan kekuatan dari mana pun untuk bisa mengangkat Indonesia tampil di Piala Dunia,” ujarnya.

Ketua Umum SNEX Fredy Chandra turut menegaskan bahwa supporter merupakan bagian penting dari ekosistem sepak bola. Ia menyebut dukungan terhadap tim nasional bukan hanya bentuk fanatisme, tetapi juga ekspresi nasionalisme.
“Kalau mendukung timnas itu sudah bukan sekadar fanatisme, tapi menjadi bagian dari nasionalisme. Ketika menyanyikan Indonesia Raya di stadion, di situlah semangat kebangsaan terasa sangat kuat,” ungkap Fredy.

Melalui kegiatan Semarang Menyapa ini, UNIMUS bersama RRI menghadirkan forum dialog yang mempertemukan perspektif akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas supporter dalam membahas sepak bola dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai media pemersatu bangsa yang mampu menumbuhkan semangat persatuan, sportivitas, dan optimisme bagi masa depan sepak bola Indonesia.
![]()