Semarang | Suasana Doa Pagi Rutin Senin di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin (28/9/2026), terasa berbeda. Di tengah sivitas akademika yang berkumpul, Rektor Unimus Prof. Masrukhi, M.Pd. secara khusus menyambut Muhammad Reza Pahlevi, mahasiswa Unimus yang baru saja mengharumkan nama almamater setelah meraih medali perunggu pada ajang Asian Games 2026 di Jepang dari cabang olahraga soft tenis.

Penyambutan tersebut menjadi momen penuh kebanggaan bagi keluarga besar Unimus. Reza berdiri di hadapan pimpinan universitas dan sivitas akademika, membawa cerita tentang perjuangan panjang hingga akhirnya bisa tampil di panggung olahraga tingkat Asia dan pulang dengan membawa medali.

Apresiasi pun mengalir dari pimpinan Unimus. Rektor Prof. Masrukhi menyambut langsung kepulangan Reza sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mahasiswa yang telah membawa nama Unimus ke kancah internasional.

Medali perunggu yang diraih Reza bukan datang secara instan. Ada latihan panjang, disiplin, tekanan pertandingan, serta berbagai lika-liku yang harus dilewati sebelum akhirnya mampu berdiri di podium Asian Games 2026.

Perjalanan itu juga tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang terus mengiringi langkah Reza hingga bisa tampil di Jepang.

Wakil Rektor III Unimus Prof. Eny Winaryati turut menyampaikan ucapan selamat. Ia berharap capaian Reza tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Unimus lainnya untuk berani mengejar prestasi sesuai bidang yang mereka tekuni.

“Selamat kepada Reza atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Unimus lainnya untuk terus berprestasi,” ujar Eny.

Penyambutan Reza semakin istimewa karena disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T. yang pada kesempatan tersebut hadir memberikan penguatan kepada sivitas akademika Unimus dalam kegiatan Doa Pagi.

Iswar mengaku bangga melihat prestasi yang ditorehkan Reza. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Unimus memiliki ruang untuk berkembang dan mengukir prestasi, bukan hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang nonakademik.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Unimus, Kota Semarang, Jawa Tengah, termasuk Indonesia,” ungkap Iswar.

 

Bagi Unimus, medali yang dibawa pulang Reza dari Jepang menjadi lebih dari sekadar penghargaan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kerja keras mahasiswa, dukungan kampus, dan kesempatan untuk berkembang dapat membawa nama almamater hingga ke panggung internasional.

Reportase Humas Unimus (tri)

Loading