Semarang – Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., memaparkan arah kebijakan strategis, target kerja, dan program prioritas Universitas Muhammadiyah Semarang Tahun 2026–2027 dalam Rapat Pleno I Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) UNIMUS, Kamis (30/7), di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesi pleno yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UNIMUS, Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA., menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pimpinan dalam mengawal pengembangan universitas selama satu tahun mendatang.

Dalam paparannya, Prof. Masrukhi menegaskan bahwa arah kebijakan UNIMUS tahun 2026–2027 tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator kinerja, tetapi juga pada pembangunan budaya organisasi yang kuat. Menurutnya, seluruh kebijakan universitas harus bertumpu pada dua core values, yakni Excellent and Religious, sebagai identitas sekaligus kekuatan utama UNIMUS dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi global.
“Arah kebijakan tahun 2026 bertumpu pada core values Excellent and Religious dengan cita-cita menjadikan UNIMUS sebagai kampus yang nyaman, menggembirakan, memajukan, dan memuliakan. Fondasi tersebut diperkuat melalui penerapan good university governance, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, profesionalitas, inovasi, kolaborasi, serta keberanian melakukan transformasi,” tegas Prof. Masrukhi.
Rektor menjelaskan bahwa nilai Excellent merupakan komitmen UNIMUS untuk terus menghadirkan kualitas terbaik dalam setiap aspek penyelenggaraan caturdharma perguruan tinggi. Profesionalisme, budaya mutu, inovasi, produktivitas, dan daya saing internasional menjadi karakter yang harus dimiliki seluruh sivitas akademika.

 

Sementara itu, nilai Religious menjadi penegasan bahwa seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik di UNIMUS harus berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Menurutnya, nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga tercermin dalam integritas, kejujuran, kepedulian, amanah, dan etika dalam menjalankan setiap tugas.

Prof. Masrukhi menegaskan bahwa kepemimpinan kolegial merupakan model kepemimpinan yang ideal dalam pengembangan perguruan tinggi. Selain memiliki visi yang jelas, seorang pemimpin juga harus mampu membangun kolaborasi dan sinergi bersama seluruh unsur pimpinan. Menurutnya, kepemimpinan kolegial berarti tujuan organisasi dicapai melalui kebersamaan, di mana setiap pemimpin saling melengkapi sehingga kelemahan seseorang dapat ditutupi oleh kelebihan yang dimiliki pemimpin lainnya. Proses pengambilan keputusan pun dilakukan secara musyawarah dan kolegial sesuai dengan kewenangan pada setiap jenjang kepemimpinan. Oleh karena itu, model kepemimpinan kolegial diharapkan dapat diterapkan secara konsisten mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi.

 

Dalam arah kebijakan tersebut, Rektor juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu agenda strategis universitas melalui pengembangan Digital Smart Campus. Integrasi sistem informasi, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), big data analytics, penguatan keamanan siber (cyber security), hingga penerapan paperless policy menjadi langkah yang akan memperkuat efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola universitas.
“Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian, dan mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Namun, transformasi digital harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” jelasnya.
Rektor juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan 10 program studi baru yang dimiliki UNIMUS. Menurutnya, kehadiran program-program studi baru merupakan peluang strategis untuk memperluas kontribusi universitas sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

 

Ia meminta seluruh pimpinan universitas dan fakultas memberikan pendampingan secara intensif agar setiap program studi baru mampu berkembang sesuai standar mutu dan siap meraih akreditasi terbaik.
“Keberhasilan program studi baru bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua program studi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pimpinan universitas,” katanya.
Selain itu, Prof. Masrukhi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas Caturdarma perguruan tinggi harus terus menjadi perhatian utama melalui penguatan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi inovasi, serta peningkatan prestasi mahasiswa.

Menurutnya, UNIMUS juga harus terus memperkuat budaya akademik yang sehat, kolaboratif, dan produktif agar mampu meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sesi pleno tersebut, Rektor menetapkan empat program prioritas UNIMUS Tahun 2026–2027 sebagai fokus bersama seluruh unit kerja, yaitu: Akselerasi internasionalisasi dan rintisan akreditasi global program studi untuk memperkuat daya saing internasional, Penguatan reputasi publikasi ilmiah melalui peningkatan kualitas jurnal terakreditasi SINTA sebagai pengungkit reputasi akademik universitas, Revitalisasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai gerakan kokurikuler integratif dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kaderisasi mahasiswa, Transformasi infrastruktur melalui pengembangan Kampus Bersama IV guna mendukung ekosistem pembelajaran, riset, inovasi, dan pelayanan akademik berbasis teknologi.
Menutup paparannya, Prof. Masrukhi mengajak seluruh pimpinan menjadikan RAKERTA sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun UNIMUS yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi perguruan tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Keberhasilan UNIMUS bukan hasil kerja individu, tetapi hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika. Dengan semangat Excellent and Religious, saya optimistis UNIMUS akan terus tumbuh menjadi universitas bereputasi global yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” pungkasnya.

Loading