Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya, Salzabilah Amretha, yang akan berlaga pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Disabilitas Tingkat Nasional 2026. Pelepasan dilakukan secara resmi oleh Rektor UNIMUS bersamaan dengan kegiatan doa pagi rutin yang digelar di halaman Rektorat, Senin (3/8).

Salza menjadi satu-satunya wakil UNIMUS yang berhasil menembus babak final nasional setelah lolos dari seleksi wilayah LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Pada tingkat nasional, ia akan bersaing bersama 15 mahasiswa penyandang disabilitas lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik jenjang sarjana maupun diploma.

Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., didampingi para Wakil Rektor, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., serta para dosen pembimbing, secara langsung melepas keberangkatan Salza. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan moral agar mahasiswa mampu tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik di tingkat nasional.

Kompetisi Pilmapres Disabilitas Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–8 Agustus 2026 di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang. Selama mengikuti tahapan seleksi, Salza didampingi tim pembimbing yang terdiri atas Rr. Annisa Ayuningtyas, S.Gz., m.Gz., Angka Mahardini, S.Kel., MSc., Ph.D., dan Eko Heriyanto, M.Pd., yang telah mempersiapkan berbagai strategi, mulai dari penguatan materi presentasi, wawancara, hingga pendalaman capaian prestasi.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNIMUS, Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Salza yang dinilai mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berprestasi.

Menurutnya, Salza memiliki rekam jejak yang sangat baik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Selain aktif mengikuti berbagai kompetisi, ia juga memiliki jiwa wirausaha, semangat pantang menyerah, serta kepercayaan diri yang tinggi dalam berkompetisi.

“Salza telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi hambatan untuk berkembang. Ia memiliki banyak prestasi, aktif berkegiatan, memiliki usaha mandiri, dan yang paling penting tidak pernah merasa rendah diri dengan kondisi yang dimilikinya. Karakter seperti inilah yang menjadi nilai lebih sebagai mahasiswa berprestasi,” ujar Fitria.

Kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki Salza juga menjadi salah satu keunggulannya. Berkat kompetensi tersebut, ia dipercaya menjadi delegasi UNIMUS dalam Asia-Pacific Summer Program (APSP) 2026 di Daffodil International University, Bangladesh, yang berlangsung pada 19–29 Juli 2026. Pengalaman internasional itu diharapkan menjadi bekal berharga saat menghadapi penilaian dewan juri pada ajang Pilmapres Nasional.

Rektor Unimus Prof. Masrukhi berpesan agar Salza tetap Semangat, percaya diri selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi. “Jawablah setiap pertanyaan dengan tegas, lantang, dan penuh keyakinan. Tunjukkan kepada dewan juri bahwa kamu memang layak menjadi mahasiswa berprestasi tingkat nasional,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan Salza menembus final nasional merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi sejarah baru bagi UNIMUS.

“Ini bukan hanya prestasi pribadi bagi Salza, tetapi juga kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Semarang. Keberhasilannya menjadi finalis Pilmapres Disabilitas Nasional menunjukkan bahwa mahasiswa UNIMUS mampu bersaing di tingkat nasional tanpa dibatasi oleh kondisi apa pun. Semoga Salza dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama UNIMUS,” tuturnya.

Keikutsertaan Salza dalam Pilmapres Disabilitas Nasional juga menjadi bukti komitmen UNIMUS dalam membangun kampus yang inklusif, memberikan ruang yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Loading