Semarang – Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun prestasi institusi, tetapi juga dari nilai-nilai yang menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan langkah pengembangannya. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), H. Widadi, S.H., saat memberikan pembinaan kepada seluruh pimpinan universitas dalam rangkaian Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) UNIMUS Tahun 2026–2027 di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7).

Dalam sambutannya, H. Widadi menekankan bahwa proses evaluasi dan penyusunan program kerja bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar yang memiliki nilai ibadah. Menurutnya, setiap perencanaan harus dilandasi dengan ketakwaan, kesadaran, serta orientasi untuk memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan universitas dan masyarakat.

“Evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan dan perencanaan untuk masa depan merupakan proses yang sangat penting. Semua itu harus dilakukan dengan penuh kesadaran, kecermatan, dan tanggung jawab agar setiap langkah yang kita ambil benar-benar membawa kemajuan,” ujarnya.

Mengutip semangat “berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan”, H. Widadi mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan setiap program kerja sebagai karya terbaik yang tidak hanya menghasilkan capaian institusi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, budaya kerja yang dibangun atas dasar kesadaran akan melahirkan inovasi, sementara suasana kerja yang positif akan memperkuat kolaborasi di lingkungan kampus.

Ia juga mengaitkan visi Green UNIMUS dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, konsep green campus tidak berhenti pada penyediaan ruang terbuka hijau atau pelestarian lingkungan, tetapi harus mampu menghadirkan suasana kampus yang nyaman, humanis, dan menumbuhkan semangat belajar bagi seluruh sivitas akademika.

“Green campus bukan sekadar menghadirkan pepohonan atau lingkungan yang hijau. Lebih dari itu, kita ingin menghadirkan atmosfer kampus yang memberikan kenyamanan, ketenangan, dan menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya insan-insan yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat bagi sesama,” jelasnya.

Dalam perspektif tersebut, suasana kampus yang kondusif dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan. Lingkungan akademik yang sehat akan mendorong lahirnya dosen yang produktif dalam penelitian, mahasiswa yang kreatif dalam berkarya, serta kolaborasi yang semakin kuat antarunit di lingkungan universitas.

Selain menyoroti pembangunan budaya organisasi, H. Widadi juga mengajak seluruh pimpinan untuk belajar dari perjalanan panjang Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu bertahan dan terus berkembang selama lebih dari satu abad. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari komitmen menjaga nilai-nilai dasar organisasi sekaligus keberanian untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Ia mengutip pemikiran pakar manajemen Jim Collins mengenai organisasi unggul yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Menurutnya, institusi yang terus berkembang adalah institusi yang memiliki visi yang kuat, konsisten melakukan evaluasi, berani memperbaiki kekurangan, serta terus menyempurnakan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi UNIMUS menuju perguruan tinggi bereputasi internasional tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, peningkatan publikasi ilmiah, maupun pencapaian berbagai indikator kinerja. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya kerja yang dilandasi integritas, kolaborasi, dan semangat melayani.

Melalui pembinaan ini, Sekretaris BPH berharap seluruh hasil RAKERTA 2026 tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata yang berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset dan inovasi, serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan UNIMUS tidak hanya memperkuat daya saing institusi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang siap membangun Indonesia.

Semangat tersebut sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, di mana perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi UNIMUS, membangun kampus yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan bangsa dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Loading