Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) bagi calon wisudawan dan wisudawati Wisuda ke-49 pada Jumat, 23 Mei 2026 di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Lantai 8. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter, penguatan nilai keislaman, serta refleksi spiritual mahasiswa sebelum resmi menjadi alumni UNIMUS.

Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di UNIMUS. Ia menyebut jumlah peserta BAPS periode ini mencapai 545 calon wisudawan dan wisudawati.

“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika, kami mengucapkan selamat atas sukses dan keberhasilan saudara dalam menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Semarang,” ujarnya.

Prof. Budi menegaskan bahwa kegiatan BAPS menjadi momentum penting untuk membentuk alumni yang profesional, unggul, dan berkemajuan sesuai visi besar UNIMUS sebagai kampus berkarakter Islam berkemajuan berbasis teknologi dan bereputasi internasional.

“Alumni UNIMUS harus moderat, toleran, dan mampu menjadi rahmat bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Selain sesi pembukaan, peserta juga mendapatkan mentoring langsung dari Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., yang memberikan motivasi tentang tantangan generasi muda di era digital serta pentingnya memanfaatkan masa muda untuk berkarya dan beribadah.

“Selama kamu sehat dan masih muda, berkaryalah, bekerja dengan baik, beribadah dengan baik, dan beramal saleh dengan baik. Kehidupan itu singkat,” pesannya di hadapan para calon wisudawan.

Prof. Masrukhi juga menjelaskan tantangan generasi abad ke-21 melalui konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang menuntut mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat.

“Era sekarang disebut era disruption, perubahan yang sangat cepat. Banyak kemapanan yang terganggu karena inovasi digital dan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LSIK dan MKU UNIMUS Dr. Rochdi Wasono, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan BAPS tidak hanya berfokus pada pembinaan akademik, tetapi juga penguatan ibadah dan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa.

“Mudah-mudahan setelah lulus dari Universitas Muhammadiyah Semarang, yang tadinya belum bisa membaca Al-Qur’an sekarang sudah mulai bisa membaca,” ujarnya.

Melalui kegiatan BAPS ini, UNIMUS berharap para calon alumni tidak hanya siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Loading