Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menegaskan perannya sebagai simpul penguatan ekosistem publikasi ilmiah nasional dengan menjadi tuan rumah Kongres dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP), sekaligus menyelenggarakan Program Asistensi Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Scopus, Web of Science (WOS), dan SINTA 2 Batch 2.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (4–5 Februari 2026), di Ruang 809 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II UNIMUS ini menghadirkan rangkaian agenda strategis, mulai dari konsolidasi organisasi hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dalam publikasi ilmiah bereputasi.

Hari pertama difokuskan pada agenda Kongres dan Rakornas PPJB-SIP yang menghasilkan pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2030. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penajaman arah gerak organisasi dalam memperkuat peran jurnal Bahasa Indonesia di tengah dinamika publikasi global. Sementara itu, hari kedua diarahkan pada penguatan kompetensi teknis dosen melalui Program Asistensi Menulis Artikel Jurnal. Materi disampaikan oleh pakar publikasi ilmiah, Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T., yang membahas penguatan konsep artikel ilmiah bereputasi, kriteria kelayakan publikasi, serta pendalaman substansi, kebaruan (novelty), dan kelayakan akademik naskah.

Kegiatan asistensi juga dilengkapi dengan klinik diagnosis awal naskah peserta dalam kelompok bidang sains dan terapan, pendidikan, sosial, humaniora, hingga digitalisasi. Peserta mendapatkan pendampingan intensif terkait strategi finalisasi naskah, pemilihan jurnal tujuan, serta tata cara dan kelengkapan submit artikel ke jurnal bereputasi.
Ketua Umum PPJB-SIP, Prof. Dr. Indrya Mulyaningsih, menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berorientasi pada capaian publikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bahasa Indonesia dalam ranah akademik nasional. Menurutnya, publikasi ilmiah seharusnya mampu menjembatani hasil riset dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. “Kami ingin hasil penelitian yang lahir dari konteks Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat. Di situlah pentingnya memperjuangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama jurnal ilmiah nasional,” ujarnya.

Forum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FPIH) UNIMUS, Prof. Dodi Mulyadi. Ia menilai kegiatan tersebut strategis dalam membangun budaya akademik yang produktif, khususnya dalam mendorong dosen untuk konsisten menulis dan mempublikasikan hasil penelitian.
Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif dan jenjang karier dosen, tetapi juga menjadi sarana diseminasi gagasan, inovasi, dan temuan ilmiah agar dapat diuji, didiskusikan, serta dikembangkan secara lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. “Ketika artikel dipublikasikan di jurnal bereputasi, diskursus akademik akan tumbuh. Gagasan tidak berhenti di kampus, tetapi dibaca dan dikritisi oleh komunitas ilmiah yang lebih luas,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor II Unimus Dr. Hardiwinoto, M.Si., Wakil Ketua Umum PPJB-SIP, Prof. Dr. Sultan dari Universitas Negeri Makassar, serta para dosen dan pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Rektor II Unimus Dr. Hardiwinoto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa universitas memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen. Menurutnya, publikasi bereputasi merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi yang unggul, sekaligus indikator kematangan budaya akademik di lingkungan kampus.

Ia menambahkan bahwa Unimus terus mendorong penguatan sistem pendukung publikasi, mulai dari kebijakan institusional, pendampingan penulisan artikel, hingga pengelolaan jurnal yang profesional dan berkelanjutan. Kehadiran forum PPJB-SIP di Unimus dinilai selaras dengan visi universitas dalam membangun ekosistem riset dan publikasi yang berdampak.
Melalui forum ini, UNIMUS bersama PPJB-SIP diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat kualitas, relevansi, dan keberlanjutan publikasi ilmiah nasional.
Reportase Humas Unimus (tri)
![]()