Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola akademik dan penjaminan mutu, Program Studi PPG Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) UNIMUS menyelenggarakan. Workshop Pengembangan Instrumen Asesmen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 2–3 Juli 2026 di MG Setos Hotel Semarang.


Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun instrumen asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi lulusan secara objektif, terukur, dan sesuai dengan standar pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE). Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang pengembangan kurikulum dan asesmen pendidikan, yaitu Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si. dan Prof. Dr. Drs. Saliman, M.Pd., yang memberikan pendampingan sekaligus penguatan konsep dalam penyusunan instrumen asesmen CPL yang selaras dengan profil lulusan PPG.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, hingga penyusunan instrumen evaluasi yang valid, reliabel, dan mampu menjadi dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Pendekatan OBE yang diterapkan menempatkan capaian kompetensi lulusan sebagai orientasi utama dalam seluruh proses pendidikan sehingga kualitas lulusan dapat diukur secara sistematis dan berkelanjutan.
Workshop ini merupakan bagian dari implementasi Program Revitalisasi LPTK Tahun 2026, khususnya Komponen Kegiatan (KAK) 1, yang berfokus pada penguatan kurikulum berbasis OBE dan pengembangan instrumen asesmen CPL. Program tersebut menjadi salah satu strategi nasional dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru agar mampu menghasilkan pendidik profesional yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia pendidikan.

Ketua Program Studi PPG UNIMUS menegaskan bahwa pengembangan instrumen asesmen bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Instrumen asesmen yang baik akan menjadi dasar evaluasi ketercapaian kompetensi lulusan sekaligus mendorong budaya peningkatan mutu secara berkesinambungan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu ikhtiar Prodi PPG UNIMUS dalam mempersiapkan diri menuju Akreditasi Unggul melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal, pengembangan kurikulum berbasis luaran, serta penyelarasan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja dan kebijakan pendidikan nasional.


Workshop ini mencerminkan semangat “UNIMUS Berdampak”, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan kurikulum dan sistem asesmen berbasis OBE, UNIMUS memastikan bahwa setiap lulusan PPG memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian yang terukur serta relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
Dampak dari kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas dosen dan pengelola program studi. Lebih jauh, instrumen asesmen yang dihasilkan akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperkuat kompetensi calon guru, serta menghasilkan lulusan yang mampu menghadirkan pembelajaran inovatif, inklusif, dan berbasis teknologi di sekolah-sekolah Indonesia. Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan secara luas oleh peserta didik, satuan pendidikan, hingga masyarakat.

Melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika dan dukungan para pakar pendidikan, UNIMUS terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak pendidik profesional sekaligus menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional. Penguatan mutu yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya guru-guru masa depan yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Loading