Semarang | Mahasiswa merupakan wajah sekaligus indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi. Karena itu, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Pleno IV Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) UNIMUS Tahun 2026–2027 yang mengangkat tema Program Prioritas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Strategi Pencapaian Target Program Kerja Tahun Akademik 2026–2027.

 

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7), dimoderatori oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik UNIMUS, Dr. Sabhan Kanata, S.T., M.Eng., dengan pemaparan materi disampaikan oleh Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd. Dalam forum tersebut dipaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa, memperluas akses beasiswa, memperkuat jaringan alumni, serta membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa.

Dalam paparannya, Dr. Eny Winaryati menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kualitas akademik, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa menghasilkan karya, prestasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh program kemahasiswaan diarahkan agar mampu meningkatkan rekognisi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

“Mahasiswa harus menjadi subjek utama transformasi pendidikan tinggi. Kampus memiliki tanggung jawab menciptakan ruang yang mendukung mereka untuk berprestasi, berinovasi, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Selama beberapa tahun terakhir, capaian prestasi mahasiswa UNIMUS terus menunjukkan perkembangan positif. Berbagai tim mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), berpartisipasi dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi ilmiah, hingga berbagai ajang nasional lainnya. Di samping itu, mahasiswa UNIMUS juga aktif mengikuti kegiatan yang mendukung penguatan inklusi, termasuk program-program terkait disabilitas di tingkat nasional.

Menurut Dr. Eny, prestasi mahasiswa ke depan tidak lagi hanya diukur dari raihan medali atau kejuaraan, tetapi juga dari rekognisi yang diperoleh melalui berbagai aktivitas profesional, seperti menjadi narasumber muda, pelatih, juri, brand ambassador, delegasi, hingga keterlibatan dalam kegiatan nasional maupun internasional yang terdokumentasi dalam Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA).

 

Untuk mendukung hal tersebut, UNIMUS mendorong mahasiswa agar lebih aktif menghasilkan karya ilmiah melalui seminar nasional maupun internasional serta publikasi pada jurnal ilmiah. Budaya menulis dan publikasi diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi peserta kompetisi, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Prestasi mahasiswa harus memberikan nilai tambah, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun institusi. Karena itu, setiap aktivitas perlu memiliki luaran yang jelas, terdokumentasi dengan baik, dan mampu meningkatkan rekognisi UNIMUS di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Selain penguatan prestasi, UNIMUS juga terus meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan melalui sistem yang lebih terintegrasi. Layanan konseling tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pendampingan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun psikososial. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan saling mendukung.

Sebagai bentuk komitmen menciptakan kampus yang aman dan nyaman, Bidang Kemahasiswaan juga memperkuat upaya pencegahan bullying, pelecehan, dan kekerasan seksual melalui penguatan regulasi, sosialisasi kode etik, serta edukasi kepada seluruh sivitas akademika. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, kesetaraan, dan perlindungan terhadap setiap individu.

 

Dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, UNIMUS terus memperluas peluang beasiswa melalui kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, serta mitra strategis lainnya. Kehadiran beasiswa diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang membutuhkan dukungan ekonomi agar dapat menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan.

Penguatan jejaring alumni juga menjadi salah satu prioritas strategis. Alumni tidak lagi diposisikan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai mitra pembangunan universitas yang dapat berkontribusi melalui program mentoring, penyediaan beasiswa, pengembangan karier mahasiswa, hingga perluasan jejaring kerja sama dengan dunia usaha, industri, dan berbagai institusi.

Di sisi lain, UNIMUS terus mendorong kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis desa binaan yang melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat secara berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya diharapkan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat, tetapi juga menghasilkan luaran ilmiah, inovasi, dan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, Bidang Kemahasiswaan juga mulai mengintegrasikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai aktivitas pengembangan mahasiswa. Penguasaan teknologi digital dipandang sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja sekaligus menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, berbagai program kemahasiswaan juga diselaraskan dengan delapan program strategis universitas yang mencakup penguatan prestasi mahasiswa, pengembangan karier, kolaborasi dengan industri, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), internasionalisasi, hingga peningkatan kualitas layanan kemahasiswaan.

Melalui Rapat Pleno IV, UNIMUS menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global. Penguatan prestasi, perluasan akses beasiswa, pencegahan bullying dan kekerasan seksual, serta optimalisasi peran alumni menjadi strategi yang saling terintegrasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan berdampak.

Selaras dengan semangat “Diktisaintek Berdampak”, seluruh program Bidang Kemahasiswaan dan Alumni diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa UNIMUS diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa manfaat bagi bangsa, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Reportase Humas Unimus (Irham)

Loading