Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menerima kunjungan akademik dari Universitas Sapta Mandiri Kalimantan Selatan dalam rangka mempererat kerja sama dan berbagi pengalaman terkait penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan pendidikan, kesehatan, hingga persiapan akreditasi institusi.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh jajaran pimpinan Unimus yang terdiri atas Rektor (Prof. Dr. Masrukhi, M. Pd., Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor IV. Turut hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Ketua Program Studi Sarjana Terapan dan D3 Teknologi Laboratorium Medik (TLM), serta Program Studi Kebidanan.


Sementara itu, rombongan Universitas Sapta Mandiri dipimpin oleh Rektor Abdul Hamid, S.Kom., M.M., M.Kom., bersama jajaran bidang kerja sama, Dekan Fakultas Kesehatan, serta Wakil Dekan Bidang Akademik.


Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unimus menyampaikan selamat datang atas kunjungan tersebut dan menyambut baik upaya membangun komunikasi antarperguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi momentum berbagi pengalaman terkait strategi penerimaan mahasiswa baru serta pengembangan institusi pendidikan tinggi.


Rektor Unimus turut menegaskan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antarkampus sebagai bagian dari semangat saling belajar dan bertukar pengalaman.
“Ini saudara kita dari Kalimantan Selatan. Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling belajar, saling menguatkan, dan bertukar pengalaman bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unimus juga memperkenalkan perkembangan kampus, termasuk hadirnya puluhan program studi baru yang terus dikembangkan guna menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan kesehatan.
“Perjumpaan ini semoga menjadi perjumpaan yang berkah dan membawa manfaat bagi kedua institusi,” tambahnya.


Sementara itu, Rektor Universitas Sapta Mandiri Abdul Hamid menyampaikan bahwa pihaknya sengaja melakukan kunjungan ke Unimus sebagai salah satu perguruan tinggi yang dinilai memiliki tata kelola dan pengembangan institusi yang maju.
“Kami merupakan universitas yang masih baru dan sedang dalam proses berkembang. Karena itu kami perlu mendekat kepada kampus-kampus yang luar biasa, salah satunya Unimus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini Universitas Sapta Mandiri memiliki empat fakultas dan delapan program studi. Namun demikian, pihaknya masih membutuhkan pendampingan serta masukan secara intens, khususnya dalam penguatan kelembagaan, tata kelola perguruan tinggi, pengembangan riset, hingga persiapan akreditasi institusi.

Dalam kunjungan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Sapta Mandiri sebagai bentuk penguatan kerja sama antarperguruan tinggi.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (MoA) antara Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Unimus dengan Fakultas Kesehatan Universitas Sapta Mandiri. Kerja sama juga diperluas melalui penandatanganan MoA antara Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHB), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) Unimus dengan Universitas Sapta Mandiri.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kedua institusi.

Melalui kunjungan tersebut, kedua perguruan tinggi berharap dapat menjalin kerja sama dan komunikasi yang lebih erat, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan penelitian.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai langkah awal memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Reportase Humas Unimus (Tri)

Loading