Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali meraih pengakuan di tingkat nasional melalui inovasi di bidang kesehatan. Produk riset bertajuk “Debrizim – Serum Debridemen Autolisis untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Kronis” terpilih sebagai bagian dari 117 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 yang diselenggarakan Business Innovation Center (BIC). Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd mengapresiasi capaian tersebut dan menyampaikan selamat kepada tim peneliti. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Debrizim dikembangkan oleh tim peneliti yang terdiri atas Dr. Stalis Norma Ethica, M.Si., Dr. R. Ngt. Amin Samiasih, Dr. Dewi Seswita Zilda, M.Si., Dr. Apt. Maya Dian Rakhmawati, M.Kes., Ph.D., Mudayawati Kamaluddin, M.Kes., Ph.D., Dr. Ns. Widasari Sri Gitarja, S.Kp., MARS., MBA., RN., serta Ns. Eviyanti Nurmalasari.

Ketua tim peneliti, Dr. Stalis Norma Ethica, mengatakan dukungan institusi menjadi faktor penting dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi berbasis bioteknologi di kampus. Menurutnya, pengakuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut produk kesehatan berbasis enzim agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Capaian tersebut juga memperkuat pengembangan Grup Riset EPIC-Health (Enzyme and Peptide for Public Health) ICON-HITECHS di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS yang berfokus pada inovasi bioteknologi enzim dan peptida untuk aplikasi kesehatan. Melalui hasil ini, UNIMUS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset unggulan yang berorientasi pada inovasi dan hilirisasi guna mendukung pembangunan kesehatan nasional.
![]()