Malang – Kontingen Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan tim Kontes Kapal Indonesia (KKI) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi hadir dalam pembukaan Abdidaya Ormawa dan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kampus 3, Kamis (4/12/2025). Kegiatan akbar ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum kolaborasi besar antara dua kompetisi nasional berbeda bidang.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Sains dan Teknologi, Rektor UMM, para wakil rektor, pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, serta seluruh peserta Abdidaya Ormawa dan Kontes Kapal Indonesia dari berbagai wilayah.

Tahun 2025 menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Abdidaya Ormawa dan KKI diselenggarakan secara bersamaan. Ketua Forum Pembina Mawapres (Forpimawa) yang juga Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subekhi, ST., MT., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyatuan dua kompetisi ini membuka ruang sinergi yang luas antarbidang.
“Ini pertama kalinya Abdidaya Ormawa dan KKI diselenggarakan bersama. Sebuah sinergi baru yang mempertemukan inovasi sosial berbasis pemberdayaan desa dengan inovasi teknologi dan rekayasa maritim. Ini adalah ruang lahirnya kolaborasi dan karya terbaik generasi muda,” ujarnya.

Tahun ini, Abdidaya Ormawa diikuti oleh 119 tim, sementara Kontes Kapal Indonesia mempertemukan inovator muda dengan jumlah peserta 133 dari 93 perguruan tinggi se-Indonesia. Keduanya menjadi panggung besar bagi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat maupun pengembangan teknologi.
Dalam laporan penyelenggaraan Abdidaya Ormawa 2025, disampaikan bahwa program ini terus berkembang menjadi wadah penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam memberikan dampak berkelanjutan kepada desa mitra. Mahasiswa didorong untuk menciptakan program inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.“Ormawa telah terbukti menjadi motor penggerak pembangunan desa. Melalui program ini, mahasiswa hadir memberikan solusi nyata dan membawa perubahan,” disampaikan dalam laporan tersebut.

Sementara itu, Kontes Kapal Indonesia (KKI) kembali menjadi arena prestisius bagi mahasiswa teknik mesin dan teknik perkapalan dalam merancang, memodifikasi, dan menguji karya unggulan di bidang rekayasa kapal.

Kompetisi ini bukan hanya tentang ketepatan desain, tetapi juga tentang inovasi, keselamatan, dan keberlanjutan teknologi maritim.
Penguatan Peran Talenta Muda Indonesia
Menteri Dikti Sains dan Teknologi dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini merupakan momentum penting bagi Indonesia dalam memperlihatkan talenta mudanya.
“Hari ini kita hadir dalam momentum penting dua lomba besar yang memperlihatkan kualitas talenta Indonesia. Semua inovasi yang dihasilkan harus memberi manfaat nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Beliau juga menekankan bahwa integrasi kegiatan Abdidaya Ormawa dan KKI merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing generasi muda dalam menghadapi tantangan teknologi dan pembangunan masyarakat.

Penyelenggaraan bersama dua kompetisi ini diharapkan melahirkan lebih banyak inovasi, kolaborasi lintas disiplin, serta karya terbaik mahasiswa Indonesia yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kontingen Unimus menjadi bagian dari ratusan inovator muda yang hadir, membawa semangat untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik dalam Abdidaya Ormawa dan Kontes Kapal Indonesia 2025.
![]()