AHAD malam ini, 22 Februari 2026 merupakan malam keenam dari perjalanan tarawih Ramadan di Madinah, karena pemerintah Arab Saudi memulai puasa Ramadan 1447 H sejak Rabu 18 Februari 2026. Cuaca sejuk dan langit Madinah sangat cerah, sehingga begitu menengadahkan wajah di pelataran Masjid Nabawi selesai salat tarawih, tampak jelas bulan sabit menggantung di atas Menara Masjid Nabawi. Subkhanallah, pemandangan yang sangat indah, sehingga tidak kuat rasanya untuk tidak menuliskan suasana malam ini.
Salat tarawih di Masjid Nabawi dan di Masjidil Haram dilaksanakan delapan rakaat, dan pada setiap dua rakaatnya diakhiri salam. Kemudian dilanjutnya salat witir, tiga rakaat yang terdiri atas dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Doa qunut dikumandangkan pada rakaat terakhir witir, sejak awal bulan Ramadan. Meskipun hanya delapan rakaat salat tarawih, sang imam menyelesaikan satu juz bacaan ayat Al Quran, sehingga terkesan panjang bacaannya.
Sudah tentu karena suasana di Masjid Nabawi sangat khusyu’ dan syahdu menyelimuti suasana salat malam Ramadan tersebut. Para jamaah tarawih yang berasal dari berbagai negara dalam jumlah besar berkumpul, melafalkan “aamiin” bersama, ruku’ dan sujud bersama, dalam suasana hening dan khusyu’. Para jamaah yang semula berbicara dalam berbagai bahasa, yang antar sesamanya tidak saling mengetahui, sekarang melakukan gerakan yang sama, melafalkan lafal-lafal salat yang sama, mengawali takbirotul ikhrom bersama, dan mengakhiri salat dengan salam yang sama. Tampak di sini, pengejawantahan tauhidul ibadah dapat membentuk tauhidul ummah. Semua orang sama kedudukannya di sisi Allah Swt, semua jamaah hanya mengharap satu hal yaitu ridlo Allah Swt.
Berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah menjadi dambaan bagi kaum muslimin sedunia. Karena, Masjid Nabawi merupakan salah satu situs suci orang Islam yang di dalamnya terdapat makam baginda yang agung Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda. “Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam (masjid nabawi), dan masjidil Aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim Nomor 1.397). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudriy. Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas.
Hadits ini merupakan hujjah bagi kaum muslimin-muslimat se dunia untuk berupaya sekuat tenaga agak bisa menapakkan kakinya pada ketiga mesjid tersebut, baik melalui kegiatan hajji, umron, maupun ziarah.Itulah sebabnya kondisi masjid ini tidak pernah sepi dari kunjungan jamaah umat muslim sedunia, sepanjang masa pada semua bulan.
Masjid Nabawi adalah salah satu masjid paling suci dalam Islam setelah Masjidil Haram. Masjid ini terletak di kota Madinah, Arab Saudi. Pada saat umroh, Masjid Nabawi menjadi tempat yang tidak terlewatkan. Keutamaan Masjid Nabawi dan keberkahannya banyak dicari oleh jamaah.
Masjid Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat, pada abad ke-7 Masehi dan telah mengalami beberapa kali perluasan. Masjid ini terletak di kota Madinah, Arab Saudi dan menjadi tujuan utama bagi jutaan jamaah muslim dari seluruh dunia yang melakukan ibadah haji atau umroh. Keutamaan Masjid Nabawi tidak hanya terletak pada tempat suci tersebut, tetapi juga pada sejarahnya yang panjang dan keunikan arsitekturnya. Masjid ini memiliki arsitektur yang sangat indah dan megah. Keindahan arsitektur juga didukung oleh ornamen yang memanjakan mata.
Kekaguman yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata bila melihatnya langsung. Ikon dari Masjid Nabawi adalah kubah hijau dan mihrab yang sangat indah. Kubah hijau ini terletak di sudut tenggara masjid yang menandai ruangan makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dua khalifah pertama, Abu Bakar dan Umar bin Khattab juga dimakamkan di sini. Ruangan makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal sebagai Raudhah.Selain itu, masjid ini juga memiliki beberapa tempat suci lainnya, termasuk Mimbar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tempat-tempat di sekitarnya yang dianggap sebagai tempat bersejarah dalam sejarah Islam. Terdapat perpustakaan juga yang bisa digunakan oleh semua pengunjung.
Fakta menarik lainnya tentang Masjid Nabawi adalah bahwa masjid ini memiliki kapasitas yang sangat besar dan dapat menampung lebih dari 1,6 juta jamaah pada saat yang bersamaan.
Tentunya didukung oleh fasilitas yang canggih. Terdapat pengeras suara, pendingin udara, karpet, dan juga payung otomatis yang melindungi jamaah dari panas atau hujan. Hal menarik lainnya adalah masjid ini juga memiliki sepuluh menara yang tinggi dan elegan, serta pintu-pintu yang bernama sesuai dengan nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Nabi SAW bersabda “Shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan yang diberikan untuk salat di Masjid Nabawi. Pahala yang diperoleh dari shalat di masjid ini jauh lebih besar dibandingkan dengan shalat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd (Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang)
![]()