Demak | 6 Agustus 2025 Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar Grand Launching Program Peningkatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) di Aula Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan mitra strategis. Acara ini dihadiri oleh 44 peserta dari berbagai elemen, termasuk perwakilan institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Hadir mewakili Wakil Rektor III UNIMUS, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Fitria Fatihatul Hidayah, M.Pd, bersama dengan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) UNIMUS, Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., beserta dengan Dosen Pendamping, serta Pihak mitra juga turut ambil bagian, seperti UPT TIK dan Perpustakaan UNIMUS, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, PMI, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian dan Pangan, serta Halal Center UNIMUS.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Jamus, Rifai, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas kontribusi mahasiswa dalam peningkatan kapasitas masyarakat. “Peningkatan kapasitas keilmuan di masyarakat diharapkan dapat terpenuhi, serta mahasiswa dapat mengetahui kondisi riil masyarakat,” ungkap Rifai.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Dodik Mulyadi, M.Pd., menegaskan pentingnya mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas. “Mahasiswa tidak sekadar sibuk di bangku perkuliahan dalam ruangan, namun juga harus mengetahui kondisi yang ada dan ikut berperan dalam mengimplementasikan ilmu-ilmu di perkuliahan untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, senada dengan hal tersebut Fitria Fatihatul Hidayah, M.Pd., juga menyampaikan bahwa kegiatan PPK Ormawa ini merupakan salah satu bentuk nyata dari tridharma perguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menjalin sinergi berkelanjutan dengan masyarakat. Ini adalah cerminan dari komitmen UNIMUS untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan kolaboratif,” ujar Fitria.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya berdampak pada masyarakat Desa Jamus, namun juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam memahami permasalahan sosial secara langsung dan berkontribusi dalam pemecahannya.