Semarang | Sebanyak 945 Calon Wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Baitul Arqam Purna Studi, Ahad (16/10/2022) bertempat di Gedung Kuliah Bersama II. Peserta dibagi menjadi beberapa ruang dalam 7 kelompok. Dengan agenda materi pertama diisi oleh Rektor (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd) dan kemudian dilanjutkan oleh mentoring oleh instruktur tentang tuntunan solat dan hal yang membatalkan, serta merefleksi pengetahuan tentang Islam Kemuhammadiyahan yang pernah dilaksanakan dulu, juga saat di bangku kuliah.


Kegiatan BAPS dihadiri oleh Wakil Rektor I (Dr. Budi Santosa, M.Si) didampingi oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, para Dekan serta Ketua Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan & Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) beserta jajarannya. Dalam sambutannya Budi Santosa selaku Wakil Rektor I menyampaikan selamat kepada peserta yang mengikuti BAPS dan sebagai Calon Wisudawan WIsudawati yang akan mengikuti wisuda periode ke 38 dan akan dilaksanakan pada (25/10/2022) nanti. “Untuk menjadi calon wisudawan dan wisudawati tentunya bukanlah hal yang mudah, ada proses yang harus dilalui, mulai dari mengikuti perkuliahan, ujian semester, ujian skripsi dan toefl, menjadi sebuah proses yang harus diikuti dengan sungguh – sungguh, dengan hasil sekarang ini dapat mengikuti kegiatan BAPS untuk menuju proses wisuda nanti. Dengan hal tersebut menunjukan bahwa dinamika proses pembelajaran berjalan secara baik dan telah memenuhi standar kelulusan” papar Budi Santosa.


Unimus dalam fakultas dan program studi memiliki ciri dan unggulan yang berbeda dibandinggan Perguruan Tinggi diluar Muhammadiyah dan Aisyiyah, yakni Al Islam Kemuhammadiyahan yang telah diberikan sebanyak 6 SKS selama pembelajaran melalui kegiatan perkuliahan dan mentoring. Sehingga diharapkan setalah lulus calon wisudawan dapat menjadi kader Muhammadiyah yang baik serta dapat mensyiarkan keunggulan tersebut dimanapun dan kapanpun mahasiswa berada.


Dilaporkan oleh ketua LSIK Dr. Rochdi Warsono Kegiatan BAPS ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang harus dilalui mahasiswa dari baru masuk menjadi mahasiswa baru berupa kegiatan mentoring dan kemudian di akhir dengan kegiatan BPS sebelum mengikuti wisuda. Jadi dari awal sampai akhir ada kegiatan tentang Al Islam Kemuhammadiyahan. Selain itu BAPS juga sebagai pengkaderan kemuhammadiyahan yang nantinya mampu memberikan bekal bagi mahasiswa sebagai dasar Islam, dan dapat dijadikan bekal kepada calon wisudawan sebelum benar – benar terjun di masyarakat, sehingga akan menjadi pribadi yang kompeten baik dalam bidang ilmu yang ditekuni dan ilmu keagamaan.

Semarang | Sebanyak 945 Calon Wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Baitul Arqam Purna Studi, Ahad (16/10/2022) bertempat di Gedung Kuliah Bersama II. Peserta dibagi menjadi beberapa ruang dalam 7 kelompok. Dengan agenda materi pertama diisi oleh Rektor (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd) dan kemudian dilanjutkan oleh mentoring oleh instruktur tentang tuntunan solat dan hal yang membatalkan, serta merefleksi pengetahuan tentang Islam Kemuhammadiyahan yang pernah dilaksanakan dulu, juga saat di bangku kuliah.


Kegiatan BAPS dihadiri oleh Wakil Rektor I (Dr. Budi Santosa, M.Si) didampingi oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, para Dekan serta Ketua Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan & Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) beserta jajarannya. Dalam sambutannya Budi Santosa selaku Wakil Rektor I menyampaikan selamat kepada peserta yang mengikuti BAPS dan sebagai Calon Wisudawan WIsudawati yang akan mengikuti wisuda periode ke 38 dan akan dilaksanakan pada (25/10/2022) nanti. “Untuk menjadi calon wisudawan dan wisudawati tentunya bukanlah hal yang mudah, ada proses yang harus dilalui, mulai dari mengikuti perkuliahan, ujian semester, ujian skripsi dan toefl, menjadi sebuah proses yang harus diikuti dengan sungguh – sungguh, dengan hasil sekarang ini dapat mengikuti kegiatan BAPS untuk menuju proses wisuda nanti. Dengan hal tersebut menunjukan bahwa dinamika proses pembelajaran berjalan secara baik dan telah memenuhi standar kelulusan” papar Budi Santosa.


Unimus dalam fakultas dan program studi memiliki ciri dan unggulan yang berbeda dibandinggan Perguruan Tinggi diluar Muhammadiyah dan Aisyiyah, yakni Al Islam Kemuhammadiyahan yang telah diberikan sebanyak 6 SKS selama pembelajaran melalui kegiatan perkuliahan dan mentoring. Sehingga diharapkan setalah lulus calon wisudawan dapat menjadi kader Muhammadiyah yang baik serta dapat mensyiarkan keunggulan tersebut dimanapun dan kapanpun mahasiswa berada.


Dilaporkan oleh ketua LSIK Dr. Rochdi Warsono Kegiatan BAPS ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang harus dilalui mahasiswa dari baru masuk menjadi mahasiswa baru berupa kegiatan mentoring dan kemudian di akhir dengan kegiatan BPS sebelum mengikuti wisuda. Jadi dari awal sampai akhir ada kegiatan tentang Al Islam Kemuhammadiyahan. Selain itu BAPS juga sebagai pengkaderan kemuhammadiyahan yang nantinya mampu memberikan bekal bagi mahasiswa sebagai dasar Islam, dan dapat dijadikan bekal kepada calon wisudawan sebelum benar – benar terjun di masyarakat, sehingga akan menjadi pribadi yang kompeten baik dalam bidang ilmu yang ditekuni dan ilmu keagamaan.

Loading

Leave a Reply

3 + eleven =