Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, Senin (13/10/2025). Sebanyak 22 mahasiswa dari lima program studi resmi dilepas untuk menjalankan kegiatan pengabdian di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, selama satu bulan, mulai 18 Oktober hingga 14 November 2025. Adapun mahasiswa yang berangkat terdiri dari 2 orang Program Studi S1 Informatika, 7 orang S1 Manajemen, 2 orang S1 Ilmu Gizi, 6 orang S1 Kesehatan Masyarakat, dan 5 orang S1 Sastra Inggris.

Pelepasan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor I Unimus, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., yang sekaligus memberikan pesan dan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, Prof. Budi menyampaikan bahwa kegiatan KKN Internasional merupakan bagian dari pelaksanaan kalender akademik dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan masing-masing program studi.
“Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimus memfasilitasi kegiatan KKN Internasional ini sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang berorientasi pada pengabdian global. Kami berharap mahasiswa dapat mengambil banyak pelajaran, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lembaga tempat mereka mengabdi,” ujar Prof. Budi.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya nilai kebermanfaatan dalam setiap kegiatan pengabdian. “Atas nama pimpinan Unimus, kami mengucapkan selamat kepada 22 mahasiswa yang akan berangkat. Jadikan KKN ini sebagai pengalaman berharga yang memberi manfaat bagi diri sendiri, institusi, dan masyarakat di lokasi KKN. Kembangkan nilai-nilai kemasyarakatan agar keberadaan kalian membawa dampak positif di lingkungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur,” imbuhnya.

Pelepasan mahasiswa KKN Internasional ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Doa Pagi yang rutin digelar setiap hari Senin di lingkungan Unimus sebagai bentuk pembiasaan spiritual sebelum memulai aktivitas akademik. Melalui kegiatan ini, Unimus berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswanya mengembangkan kompetensi global, memperluas wawasan lintas budaya, serta memperkuat pengabdian berbasis internasionalisasi pendidikan.
![]()