Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (RAKORPIM) ke-42 sebagai agenda strategis penutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi pimpinan universitas dalam mengevaluasi capaian kinerja, melakukan refleksi institusional, serta memantapkan arah kebijakan UNIMUS ke depan.
RAKORPIM dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH), Rektor (Prof.Dr.Masrukhi, M. Pd) para Wakil Rektor, pimpinan fakultas, pimpinan lembaga dan unit kerja, serta jajaran direksi amal usaha UNIMUS. Suasana rapat berlangsung reflektif dan konstruktif, mencerminkan kesiapan UNIMUS dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.


Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUS, ir. Heru Isnawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang berhasil diraih UNIMUS sepanjang tahun 2025, baik di bidang penguatan sumber daya manusia, akademik, maupun prestasi kemahasiswaan.
“Selamat atas capaian-capaian UNIMUS selama tahun 2025. Akhir tahun merupakan waktu terbaik untuk melakukan evaluasi bersama. Semoga ke depan UNIMUS semakin maju dan semakin hadir untuk mencerahkan,” ujarnya. Ia juga berharap seluruh sivitas akademika senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam meningkatkan kinerja serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor UNIMUS Prof. Masrukhi menegaskan pentingnya introspeksi dan gerak proaktif sebagai kunci keberlanjutan institusi. Menurutnya, tahun 2025 menjadi momentum evaluasi untuk terus bergerak maju dan adaptif.
“Tahun 2025 adalah momentum introspeksi. Kita harus terus maju, proaktif, dan tidak pernah berhenti berproses,” tegas Rektor.
Secara kelembagaan, Rektor menyampaikan bahwa UNIMUS tengah menjalani proses strategis pengembangan akademik, di antaranya pengajuan dan pengelolaan 11 program studi baru yang berada pada berbagai tahapan perizinan, visitasi, dan persiapan. Beberapa capaian penting yang telah diraih meliputi terbitnya izin operasional Program Studi Hukum Bisnis, Program Profesi Dietisien, dan Program Studi S2 Informatika, serta pelaksanaan visitasi daring Program Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG).
Rektor menekankan bahwa pengembangan program studi harus diiringi dengan kesiapan sumber daya dosen, penambahan ruang kuliah, serta penguatan sarana dan prasarana pendukung guna menjamin mutu akademik dan layanan pendidikan.


Dalam RAKORPIM ke-42 ini juga disampaikan usulan empat calon Guru Besar sebagai bagian dari penguatan kualitas dan kepakaran dosen UNIMUS, yakni Dr. Fitriani Nur Damayanti, S.SiT., M.H.Kes; Dr. Sri Rejeki, M.Kep., Sp.Mat; Dr. Eny Winaryati, M.Pd; serta Dr. Dody Mulyadi, M.Pd. Usulan tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi UNIMUS sebagai perguruan tinggi unggul berbasis keilmuan dan nilai-nilai keislaman.
Di bidang amal usaha, Direktur PT Surya Ultima Nasional (PT SUN), Ali Kamdi, memaparkan kinerja perusahaan sebagai unit usaha UNIMUS. Salah satu capaian strategis adalah peluncuran PT SUN Travel sebagai unit usaha baru. PT SUN juga mengembangkan kemitraan Unimusmart, layanan Surya Catering, serta peluang kerja sama sebagai penyedia jasa cleaning service di sejumlah rumah sakit di Semarang. Saat ini PT SUN memiliki 123 sumber daya manusia dan berperan sebagai income generating unit bagi UNIMUS.


Agenda strategis lain yang mendapat perhatian adalah rencana kerja sama internasional antara UNIMUS dan RS UNIMUS dengan mitra di Cina dalam penanganan kanker menggunakan metode cryotherapy sebagai alternatif non-kemoterapi. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan keilmuan kanker serta penyelenggaraan annual meeting tingkat Asia hingga internasional sebagai bagian dari pengembangan Cancer Center UNIMUS dimana pada rencana tersebut UNIMUS ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Paparan dari Wakil Rektor I menekankan penguatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa akhir tahun menjadi periode strategis untuk unggah luaran penelitian dan pengabdian dengan batas waktu hingga 29 Desember 2025, sejalan dengan Renstra UNIMUS 2025–2029.
Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. Eny winaryati, M.Pd., melaporkan peningkatan signifikan prestasi mahasiswa UNIMUS serta pengembangan delapan pilar layanan kesehatan yang terpusat di UNIMUS Medical Center (UMC), meliputi layanan disabilitas, kesehatan mental, layanan gizi, promosi gaya hidup sehat, hingga layanan preventif dan skrining. Selain itu, UNIMUS juga mempersiapkan Pra-Munas Alumni serta optimalisasi berbagai program beasiswa bagi mahasiswa.


Menutup RAKORPIM ke-42, Rektor UNIMUS menegaskan komitmen seluruh pimpinan untuk terus bergerak maju, adaptif, dan berorientasi pada mutu. RAKORPIM ini menjadi penanda bahwa UNIMUS menutup tahun 2025 tidak hanya dengan evaluasi menyeluruh, tetapi juga dengan semangat pembaruan dan kesiapan menghadapi masa depan.

Loading