Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Lomba Tartil Al-Qur’an bagi dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan 1447 H. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wujud komitmen kampus dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat karakter Qurani di lingkungan civitas akademika.

Lomba yang diikuti 22 peserta dari tiga kategori tersebut menghadirkan dewan juri, yakni Dr. Achmad Syarifudin Lc., M.Ag., dan Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si. Acara turut dihadiri Kepala LSIK dan MKU, Dr. Rochdiwarsono, yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Dr. Rochdiwarsono menegaskan bahwa lomba tartil merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Ramadan di lingkungan Unimus. Menurutnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah.

“Bukan hanya lomba Tartil, kegiatan Ramadan di Unimus berlangsung hampir setiap hari, mulai dari sapa pagi, kajian Kamis pagi, tahsin dan tadris bagi dosen serta karyawan, lomba tartil karyawan, MTQ mahasiswa, hingga bazar Ramadan yang tahun ini dikemas dalam program tebus murah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pedoman dari PP Muhammadiyah menekankan penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Hal ini karena waktu interaksi mereka di kampus dinilai lebih panjang dibandingkan mahasiswa, sehingga pembinaan keislaman perlu lebih difokuskan pada kelompok tersebut.

Lebih lanjut, Dr. Rochdiwarsono menekankan bahwa lomba tartil bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana pembelajaran untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. “Ini bagian dari upaya membangun budaya Qurani di kampus, sehingga bacaan Al-Qur’an tidak hanya indah didengar, tetapi juga tepat secara kaidah,” tambahnya.

Sementara itu, juri lomba Dr. Achmad Syarifudin menyebut pelaksanaan lomba pada hari Jumat di bulan Ramadan menjadi momentum yang istimewa. “Segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an adalah kemuliaan di hadapan Allah. Penilaian lomba mencakup aspek suara dan tajwid, adab dan fashahah, serta nada,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Unimus berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin mengakar dalam kehidupan akademik dan profesional seluruh civitas kampus, sekaligus memperkuat atmosfer religius selama bulan suci Ramadan.

Reportase Humas unimus (Tri)

Loading