
Mahasiswa D3 Keperawatan UNIMUS memaparkan gejala dan cara penanganan GERD dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang, Selasa (31/3/2026)
Semarang – Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata penerapan ilmu keperawatan di lapangan. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, di aula lantai dasar Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang, dan diikuti oleh 30 peserta.
Mengusung tema edukasi kesehatan tentang penanganan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kegiatan ini mengedepankan pendekatan holistik melalui dua metode non-farmakologis, yakni terapi zikir dan mendengarkan murotal Al-Qur’an. Sasaran utama kegiatan adalah peningkatan pengetahuan serta kesadaran para santri dalam menjaga kesehatan pencernaan, khususnya dalam mencegah dan mengelola gejala GERD yang kerap dialami pada usia produktif.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pengukuran tekanan darah sebagai bagian dari skrining kondisi kesehatan awal. Peserta kemudian mengisi lembar pre-test berbasis barcode guna mengukur tingkat pengetahuan mereka seputar GERD dan pola hidup sehat sebelum sesi edukasi dimulai.
Ketua Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS, Dr. Ns. Yunie Armiyati, M.Kep., Sp.Kep.MB., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengabdian masyarakat sebagai arena praktik nyata bagi mahasiswa.
“Pengabdian masyarakat merupakan implementasi langsung dari ilmu yang telah dipelajari mahasiswa di bangku perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Yunie.
Sesi edukasi disampaikan oleh mahasiswa D3 Keperawatan UNIMUS, Putri EM Bintang Pamungkas. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri ulu hati (heartburn), mual, hingga gangguan aktivitas sehari-hari. Putri juga menggarisbawahi bahwa GERD tidak semata-mata dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, melainkan turut dipengaruhi oleh tingkat stres dan kebiasaan hidup seseorang.
Sebagai inovasi pendekatan penanganan, kegiatan ini mengintegrasikan terapi zikir dan mendengarkan murotal Al-Qur’an sebagai metode non-farmakologis pendamping. Pendekatan ini diyakini dapat memberikan efek relaksasi, meredakan stres, serta membantu menjaga keseimbangan kondisi fisiologis tubuh — faktor-faktor yang secara tidak langsung berkontribusi pada pengurangan gejala GERD.
Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS berharap mahasiswa tidak hanya terlatih secara klinis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat di sekitar lingkungan kampus, sekaligus mampu menghadirkan solusi perawatan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Penulis: Ns. Prima Trisna Aji, M.Kep., Sp.Kep.MB. | Editor: Candra Pratama
![]()