Semarang | Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan kuliah pakar bertema “Membangun Karakter Berintegritas di Era Digital dan Diskusi Teknologi”. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 541 mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FTIK.
Adapun peserta berasal dari Program Studi S1 Teknik Mesin, S1 Rekayasa Elektro, S1 Informatika, S1 Arsitektur, S1 Rekayasa Sipil, dan S1 Teknologi Informasi. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni IPDA Septian Finandita, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membahas tentang keamanan Cyber dan tantangannya di era perkembangan digital saat ini, serta Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum., dosen Universitas Telkom Purwokerto membahas tentang Branding Citra Diri.

Ketua panitia, Rima Dias Ramadhani, M.Kom., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan inspirasi kepada mahasiswa terkait pentingnya menjaga keamanan digital serta membangun citra diri di era digital.
“Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memperoleh wawasan baru, inspirasi, serta memahami pentingnya menjaga keamanan digital dan membangun citra diri di era digital saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Dekan FTIK yang diwakili oleh Dr. Munsyarif, M.Kom., menekankan bahwa materi kuliah pakar sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang semakin mengarah pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data tahun 2026, jumlah pengguna AI telah mencapai 800 juta orang di seluruh dunia. Perkembangan ini dinilai membawa dampak positif sekaligus potensi risiko yang perlu diwaspadai.

“Perkembangan AI cukup menggembirakan, tetapi juga berpotensi membahayakan. Oleh karena itu, melalui narasumber yang hadir, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan agar Mahasiswa tidak terjerumus ke arah negatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pertumbuhan pengguna AI berlangsung sangat cepat, bahkan untuk mencapai 100 juta pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa.

Menurutnya, penggunaan AI yang berlebihan juga dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kemampuan individu. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan proporsional.
Kegiatan kuliah pakar ini dinilai sejalan dengan tema yang diusung, yakni pentingnya membangun karakter berintegritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Loading