Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) terus memperkuat kompetensi calon guru, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter. Salah satunya melalui penyelenggaraan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2026, di Kampus Unimus.

Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Profesi Pendidikan Guru (PPG) Unimus bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang tersebut diikuti oleh 73 peserta calon guru Pendidikan Matematika. Para peserta dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok Penggalang dan Penegak.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi dasar kepramukaan, mulai dari prinsip dasar kepramukaan, tata upacara dalam pasukan Penggalang, pengenalan dunia Penegak, hingga keterampilan manajerial dalam mengelola satuan Pramuka di gugus depan.

KMD merupakan jenjang pendidikan dan pelatihan awal yang bertujuan membekali anggota dewasa Gerakan Pramuka calon guru agar memiliki kompetensi dasar sebagai Pembina Pramuka sekaligus pendidik berkarakter. Selama enam hari pelatihan, peserta dibekali pengetahuan mengenai prinsip dasar kepramukaan, tata upacara, pengelolaan gugus depan, hingga keterampilan membina peserta didik melalui praktik langsung. Bekal tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta penguasaan metode pendidikan karakter yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan ini, para peserta juga dipersiapkan menjadi guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menginspirasi, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial kepada generasi muda melalui kegiatan kepramukaan
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Rektor II Unimus Dr. Hardiwinoto, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Eny Winaryati, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., Ketua Program Studi PPG Dr. Siti Aimah, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Matematika Dr. Aziz, M.Pd., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., serta dosen dan sivitas akademika FIPH Unimus, juga hadir dari tim Pembina dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang dalam laporannya menegaskan bahwa KMD bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses pembentukan karakter calon pembina sekaligus calon pendidik.
“Hari ini para peserta mengikuti kegiatan yang sangat mulia dan positif. KMD akan memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi generasi muda yang kelak mereka bina,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran pembina Pramuka sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, generasi yang memiliki karakter kuat akan mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Pihaknya juga mengapresiasi sinergi antara Unimus dan Kwartir Cabang Kota Semarang dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kolaborasi ini dinilai sebagai upaya membekali calon guru dengan kemampuan mendidik dan membina generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Menariknya, peserta KMD tidak hanya berasal dari Jawa Tengah. Sejumlah peserta tercatat berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Aceh, Medan, hingga Papua. Hal ini menunjukkan bahwa program PPG di Unimus mampu menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan kolaboratif bagi calon guru dari berbagai wilayah.
Selama mengikuti KMD, peserta didampingi oleh 12 pelatih berpengalaman. Mereka dibekali wawasan mengenai prinsip dasar kepramukaan, teknik membina gugus depan, hingga pendekatan pembelajaran yang efektif dan interaktif.
Ketua Kwartir berharap, setelah mengikuti KMD, para peserta tidak hanya memahami nilai-nilai kepramukaan, tetapi juga mampu menerapkannya di sekolah-sekolah tempat mereka mengabdi.
“Jadilah pembina yang menginspirasi, yang mampu menanamkan nilai mental, fisik, intelektual, emosional, dan sosial kepada peserta didik. Jangan berhenti belajar dan teruslah berkontribusi dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan yang menarik dan bermakna,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unimus Dr. Hardiwinoto, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan KMD merupakan bagian penting dalam proses pendidikan calon guru, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter.
“Kegiatan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan profesi guru. Pramuka mengajarkan kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat untuk terus belajar dan menjalin silaturahmi,” kata Hardiwinoto.

Ia juga menegaskan bahwa Unimus hadir sebagai tempat belajar, menempa diri, dan membangun karier bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Semoga para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai bekal menjadi guru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik karakter bagi generasi emas Indonesia,” pungkasnya.
![]()