
Semarang — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melepas resmi Tim Robotik Musadhika untuk berlaga di Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) Tingkat Nasional 2026, Rabu (9/7/2026), di Ruang Rapat 208, Kantor Rektorat UNIMUS. Tim yang berasal dari Program Studi S1 Rekayasa Elektro ini akan bertanding di Universitas Jember pada Sabtu, 11 Juli 2026, setelah bersaing dengan peserta dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia pada tahap seleksi proposal dan visitasi daring.
Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan universitas, program studi, dan dosen pembina tim. Hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med, Wakil Rektor III Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Fitria Fathichatul Hidayah, S.Si., M.Pd. Turut hadir Ketua Program Studi S1 Rekayasa Elektro Moh. Toni Prasetyo, S.T., M.Eng., IPM, bersama tiga dosen pembina tim: Arief Hendra Saptadi, S.T., M.Eng.; Sapto Budi Priyatno, S.T., M.T.; dan Laily Muntasiroh, M.T., serta seluruh anggota Tim Robotik Musadhika.

Dari Komunitas Rintisan ke Panggung Nasional
Cikal bakal kegiatan robotika di UNIMUS bermula dari inisiatif personal, bukan program resmi kampus. Menurut Muhammad Ilham Ashari, Ketua Tim Robotik Musadhika sekaligus mahasiswa S1 Rekayasa Elektro angkatan 2023, saat pertama masuk UNIMUS ia mendapati belum ada komunitas robotik yang terorganisir di kampus. Berbekal latar belakang dari SMK yang sudah akrab dengan robotika, Ilham memulai komunitas kecil melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Informatika, yang kemudian berkembang menjadi wadah resmi bernama Unimus Robotic Team (URT).
“Awalnya proyek-proyek kecil dengan ambisi besar untuk ikut lomba,” ujar Ilham, mengenang fase awal komunitas tersebut.
Langkah itu membuahkan hasil ketika tim yang saat itu masih bernaung di bawah URT mengikuti kompetisi line follower dan robot kategori transporter di Universitas Negeri Jakarta pada 2023, kompetisi pertama yang mereka ikuti, dan berhasil meraih juara satu kategori transporter. Sejak capaian tersebut, menurut Ilham, kegiatan robotika terus berjalan dan berkembang di bawah payung URT hingga tahun ini. Untuk kontes KRAI 2026, tim yang diturunkan mengusung nama Musadhika sebagai identitas resmi tim yang berlaga di tingkat nasional.
“Tujuannya murni curiosity. Kami melihat kampus lain sudah punya kegiatan robotik, sementara UNIMUS belum, jadi saya coba mulai,” kata Ilham.

Jalur Menuju KRAI Nasional
Berbeda dari asumsi kompetisi robotik pada umumnya yang melalui seleksi wilayah, KRAI 2026 menerapkan jalur seleksi langsung ke tingkat pusat. Tim Musadhika mendaftar dan mengunggah proposal, video demonstrasi robot, serta dokumen administrasi ke panitia pusat KRAI. Setelah dinyatakan lolos seleksi proposal, tim mengikuti visitasi daring di hadapan dewan juri pada Kamis, 11 Juni 2026, bersaing dengan peserta dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia dalam rangkaian menuju ABU Robocon 2026 bertema “Kung Fu Quest: Perjalanan Menuju Kesempurnaan”.
Hasil visitasi tersebut mengantarkan Musadhika lolos langsung ke KRAI Tingkat Nasional yang digelar secara luring di Universitas Jember — tanpa melalui tahap regional.
Proses menuju visitasi tidak berjalan mulus. Tim hanya memiliki waktu persiapan sekitar 12 hari sejak informasi persyaratan visitasi diterima hingga tenggat yang ditetapkan panitia pusat. Di tengah tenggat yang ketat itu, program studi dan universitas turun tangan memberikan dukungan penuh sehingga proses visitasi tetap berjalan lancar dan membuahkan hasil.
Robot Transporter dan Target di Jember
Dalam presentasi di hadapan Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III pada acara pelepasan, Ilham menjelaskan gambaran teknis robot yang akan diturunkan Musadhika di KRAI 2026. Mengusung tema besar “Kung Fu Quest: Perjalanan Menuju Kesempurnaan”, robot Musadhika bertugas sebagai transporter yang memindahkan dan menempatkan objek pada sebuah rak berpola 3×3 menyerupai permainan tic-tac-toe — mekanisme yang menuntut ketepatan navigasi sekaligus strategi penempatan objek.
Musadhika akan bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi ternama se-Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan sejumlah politeknik negeri serta universitas besar lain yang turut lolos ke KRAI Tingkat Nasional 2026. Meski berhadapan dengan lawan-lawan dari institusi teknik yang sudah mapan di kancah robotika nasional, Ilham menyatakan tim tetap membidik gelar juara.

Dukungan Institusi dan Harapan ke Depan
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menyampaikan bahwa prestasi mahasiswa turut membentuk citra institusi di mata publik. Ia menyinggung tren di Jepang dan Tiongkok, di mana robot semakin banyak menggantikan pekerjaan manusia, sehingga menurutnya bukan tidak mungkin ke depan mahasiswa UNIMUS turut merancang robot-robot serupa. Ia berharap bidang robotika dapat tumbuh menjadi salah satu keunggulan program studi yang memiliki nilai jual ke depan.
Senada dengan itu, Ilham berharap keterlibatan dalam kompetisi robotik tidak berhenti pada capaian administratif semata, melainkan menjadi wadah mahasiswa mengasah kemampuan problem solving secara praktik — sejalan dengan bidang Rekayasa Elektro yang banyak bersinggungan dengan implementasi robotika. Ia berharap tim robotik yang telah dirintis sejak 2023 ini terus berlanjut dan berkembang melampaui capaian saat ini.
(Cdr)
![]()