Semarang | Semangat inovasi dan kreativitas di bidang teknologi mewarnai pelaksanaan SPECTROFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Kompetisi robotika tersebut menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam merancang, memprogram, serta mengendalikan robot sebagai solusi atas berbagai tantangan di era teknologi modern.

Lebih dari sekadar perlombaan, SPECTROFEST 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan ide, kreativitas, dan semangat kolaborasi generasi muda dalam mengembangkan teknologi berbasis otomasi dan robotika. Para peserta ditantang untuk berpikir kritis, menyelesaikan berbagai persoalan teknis, bekerja sama dalam tim, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro yang berhasil menghadirkan kompetisi edukatif sekaligus inspiratif bagi generasi muda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu melahirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan zaman.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter, jiwa kepemimpinan, serta budaya inovasi di kalangan mahasiswa.
“SPECTROFEST menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan mampu melahirkan inovator muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Eny.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. Ir. Samsudi Raharjo, S.T., M.T., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen Fakultas Teknik dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi.

Menurutnya, perkembangan industri saat ini menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik, inovasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Robotika bukan lagi sekadar bidang kompetisi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam transformasi industri dan kehidupan masyarakat. Melalui SPECTROFEST, kami ingin mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang mampu berinovasi, berpikir kreatif, serta siap menghadapi tantangan Revolusi Industri dan era digital,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dunia industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi teknologi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro UNIMUS menyampaikan bahwa SPECTROFEST merupakan implementasi pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata di lapangan. Kompetisi robotika dinilai mampu mengasah kemampuan peserta dalam mengintegrasikan konsep elektronika, pemrograman, sistem kendali, hingga kecerdasan buatan ke dalam sebuah karya yang aplikatif.
Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi media yang efektif untuk membangun budaya riset dan inovasi sejak dini sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang teknik elektro dan teknologi otomasi.
“Kami berharap SPECTROFEST tidak hanya melahirkan para juara kompetisi, tetapi juga melahirkan calon-calon inovator yang kelak mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan industri nasional,” ungkapnya.
Antusiasme peserta sepanjang pelaksanaan kompetisi menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap dunia robotika. Berbagai inovasi yang ditampilkan menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan teknologi terus berkembang di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro UNIMUS berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari peserta, dewan juri, sponsor, hingga seluruh panitia, menjadi faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan kompetisi ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan inovasi dan teknologi di Indonesia.
![]()