Semarang | Transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, tata kelola yang akuntabel, pengelolaan aset yang berkelanjutan, serta sistem keuangan yang transparan. Komitmen tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Pleno III Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) Tahun 2026–2027 yang mengangkat tema Program Prioritas Bidang Sumber Daya Manusia, Aset, Keuangan, dan Tata Kelola Universitas.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7), dipandu oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNIMUS, Dr. dr. Aisyah Lahdji, M.M., M.M.R., FISPH., FISCM., dengan pemaparan materi oleh Wakil Rektor II UNIMUS, Dr. Hardi Winoto, M.Si. Dalam forum tersebut dipaparkan berbagai strategi penguatan tata kelola universitas yang diarahkan untuk mendukung akselerasi UNIMUS menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional.

Mengawali paparannya, Dr. Hardi Winoto mengulas perjalanan perkembangan UNIMUS yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir. Dari kampus yang berawal dengan fasilitas terbatas, UNIMUS kini berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi dengan luas kawasan kampus mencapai lebih dari 22 hektare yang didukung berbagai fasilitas pendidikan, penelitian, layanan kesehatan, hingga pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, perkembangan fisik kampus harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tata kelola agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin profesional dan berdampak bagi masyarakat.

“Kemajuan sebuah universitas tidak hanya diukur dari pembangunan gedung, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya, tata kelola yang baik, serta kemampuan institusi memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penguatan identitas institusi, UNIMUS terus membangun karakter sebagai kampus Islam berkemajuan yang tetap terbuka terhadap keberagaman. Lingkungan akademik yang inklusif, nyaman, dan mendukung kolaborasi menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang sehat. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah bahkan mancanegara menjadi bagian dari proses internasionalisasi yang terus diperkuat.

Pada aspek sumber daya manusia, UNIMUS saat ini memiliki 9 fakultas dan 48 program studi yang didukung oleh 433 dosen dari berbagai jenjang jabatan akademik serta ratusan tenaga kependidikan. Hingga tahun 2026, sekitar 32 persen dosen telah bergelar doktor, sementara puluhan dosen lainnya tengah menempuh studi lanjut. Universitas menargetkan proporsi dosen bergelar doktor dapat melampaui 50 persen pada tahun 2029 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Selain mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan, UNIMUS juga terus memperkuat jenjang karier dosen melalui percepatan jabatan akademik dan penambahan jumlah guru besar. Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi nasional maupun internasional.

Di bidang sarana dan prasarana, UNIMUS terus melakukan pengembangan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Sejumlah proyek strategis yang tengah disiapkan antara lain pembangunan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4, gedung parkir terpadu, gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), showroom produk inovasi mahasiswa, hotel UNIMUS, hingga pengembangan greenhouse sebagai pusat pembelajaran dan riset. Berbagai pembangunan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang modern, nyaman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan akademik.

Rumah Sakit UNIMUS juga terus berkembang sebagai salah satu unit strategis universitas yang tidak hanya mendukung proses pendidikan tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Penguatan unit usaha universitas ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian institusi sekaligus memperluas kontribusi UNIMUS dalam sektor pelayanan kesehatan.

Transformasi tata kelola juga diwujudkan melalui penguatan sistem informasi yang terintegrasi. Digitalisasi layanan akademik, keuangan, dan administrasi terus dikembangkan agar proses pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika. Integrasi sistem dengan unit-unit usaha, termasuk rumah sakit, juga terus disempurnakan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi.

Dalam bidang keuangan, Dr. Hardi menegaskan pentingnya budaya akuntabilitas dan transparansi dalam setiap penggunaan anggaran. Seluruh unit kerja didorong menerapkan pengelolaan keuangan yang efisien, kredibel, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik. Ketertiban administrasi, kelengkapan dokumen, dan kepatuhan terhadap mekanisme audit menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Meski berbagai capaian telah diraih, UNIMUS masih menghadapi sejumlah tantangan. Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, penambahan guru besar, perluasan laboratorium, peningkatan pendapatan nonmahasiswa, serta penguatan jejaring akademik internasional menjadi beberapa target strategis yang terus dipercepat dalam beberapa tahun ke depan.

Forum pleno juga menjadi ruang diskusi bagi para pimpinan fakultas dan unit kerja untuk memberikan berbagai masukan terhadap pengembangan universitas. Beberapa isu yang mengemuka antara lain kebutuhan pengadaan peralatan laboratorium secara bertahap, penguatan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan, penyempurnaan tata kelola organisasi, hingga penguatan kewenangan pengelolaan di tingkat fakultas agar pelayanan kepada program studi semakin optimal.

Melalui Rapat Pleno III, UNIMUS menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, tata kelola, pengelolaan aset, serta sistem keuangan merupakan fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang sehat dan berdaya saing. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan transformasi UNIMUS menuju World Class University yang tidak hanya unggul dalam berbagai indikator institusi, tetapi juga mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

Sejalan dengan semangat “Diktisaintek Berdampak”, seluruh strategi Bidang II diarahkan untuk menciptakan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi infrastruktur, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel, UNIMUS berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan Indonesia.

Loading