Semarang |Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) memanfaatkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (Fosma) 2026 sebagai momentum memperkuat arah kebijakan pembinaan mahasiswa. Forum yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di Jawa Tengah itu menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus menyusun strategi bersama menghadapi tantangan pengembangan kemahasiswaan di lingkungan PTMA.

UNIMUS mengirimkan Wakil Rektor III Dr. Eny Winaryati, M.Pd., didampingi Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd. Kegiatan diawali di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Hotel Nava, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Rakornas tahun ini mengangkat tema “Transformasi Kemahasiswaan PTMA: Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul dan Berdampak, Berkarakter, Kolaboratif, dan Inovatif.” Sebanyak 162 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mengikuti forum tersebut, baik secara luring maupun daring.

Pembukaan Rakornas dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., serta Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dalam arahannya, para pemangku kepentingan mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi program kemahasiswaan, dan menghasilkan lulusan yang berkarakter serta memiliki daya saing global.

Bagi UNIMUS, keikutsertaan dalam Rakornas bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai praktik baik yang telah diterapkan di PTMA lain.

Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pimpinan bidang kemahasiswaan untuk menyamakan arah kebijakan sekaligus memperluas jejaring kerja sama.

“Alhamdulillah kami dapat mengikuti Rakornas Fosma secara langsung. Banyak gagasan, pengalaman, dan inovasi yang dibagikan dalam forum ini. Hal tersebut menjadi bekal berharga bagi UNIMUS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Eny, transformasi kemahasiswaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan akademik semata. Perguruan tinggi juga harus mampu membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan memimpin, berorganisasi, berwirausaha, berprestasi, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.

“Melalui Rakornas ini kami menyatukan pemikiran bersama PTMA se-Indonesia mengenai berbagai program yang dapat dikembangkan. Mulai dari penguatan kepemimpinan mahasiswa, peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik, inkubasi kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakornas akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan UNIMUS sebagai dasar penyusunan program kerja kemahasiswaan ke depan.

“Harapannya, mahasiswa UNIMUS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hasil Rakornas ini menjadi salah satu referensi penting dalam merancang program-program kemahasiswaan yang lebih inovatif dan berdampak,” katanya.

Selain memperoleh referensi pengembangan program, UNIMUS juga memperluas jejaring dengan PTMA dari berbagai daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang penyelenggaraan kegiatan bersama, pertukaran praktik baik, hingga peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui partisipasi aktif dalam Rakornas Fosma 2026, UNIMUS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem kemahasiswaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi pembentukan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Loading