Semarang | Tiga pejabat Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031. Pelantikan pengurus berlangsung di Semarang dan dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan, keagamaan, serta pimpinan perguruan tinggi.
Tiga pejabat UNIMUS yang dilantik yakni Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. sebagai Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, Wakil Rektor III Dr. Hj. Eny Winaryati, M.Pd. sebagai pengurus Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, dan Hukum Bisnis (FEHBi) Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M. sebagai pengurus Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, perwakilan BAZNAS Pusat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Kepala Pengadilan Agama, serta para rektor perguruan tinggi di Kota Semarang.
Ketua MUI Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan kebangsaan.

Ia mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari peran berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan ulama. Relasi antara keulamaan, keagamaan, dan kebangsaan tersebut telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa yang harus terus dirawat.
“Relasi keulamaan dan kenegaraan serta kebangsaan sudah diciptakan dalam sejarah kemerdekaan. Relasi ini harus terus kita rawat,” pesannya.

Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan kewajiban umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat perlu terus diperkuat, khususnya dalam membangun kehidupan kebangsaan di Jawa Tengah.
Selain menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, MUI juga didorong mengambil peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penguatan ekonomi umat.

Ke depan, MUI Jawa Tengah akan terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk membangkitkan ekonomi umat, khususnya masyarakat Muslim. Peran ulama, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan dakwah, tetapi juga mencakup upaya mencerdaskan dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Tugas tersebut diwujudkan melalui berbagai fungsi MUI, termasuk membimbing umat, menyampaikan dakwah, serta menguatkan amar makruf nahi mungkar.

Dalam konteks tersebut, hubungan antara MUI dan pemerintah diharapkan menjadi kemitraan yang terus berjalan. Sinergi keduanya dinilai penting untuk menghadirkan program-program yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Keterlibatan tiga pejabat UNIMUS dalam kepengurusan MUI Jawa Tengah diharapkan turut memperkuat kontribusi UNIMUS dalam bidang keagamaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kehidupan sosial yang berkemajuan di Jawa Tengah.
![]()