Semarang – Diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat bagi akademisi serta praktisi merupakan suatu rangkaian penting dari luaran kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut. Akan tetapi mengingat kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi pelaksanaan seminar maupun konferensi, perlu adanya solusi untuk memfasilitasi kegiatan diseminasi hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat. Guna memfasilitasi serta mendukung kegiatan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar acara Webinar Nasional, pada Rabu (23/12/2020).

 

Mengusung tema “Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah Pandemi Covid-19”, acara menghadirkan secara virtual Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA (Guru Besar Fisika Undip) dan Dr. Budi Santosa, M.Si.,Med (Wakil Rektor 1 Unimus – Ketua Umum AIPTLMI Nasional).  Diikuti oleh lebih dari  160 pemakalah dan peserta, acara dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. Pihaknya menyampaikan bahwa meneliti dan mengabdi kepada masyarakat adalah kegiatan rutin dibidang akademik yang merupakan bagian dari profesionalisme sebagai dosen. “Oleh karena itu kegiatan webinar ini sangat mendukung dan sebagai upaya fasilitasi Unimus terlebih di tengah pandemi Covid-19. Satu hal yang harus kita capai bersama adalah bahwa didalam kondisi keterbatasan saat ini kita tetap harus produktif khususnya dibidang akademik. Kita harus mencari terobosan-terobosan salah satunya adalah seminar daring ini untuk optimalisasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat, harapannya untuk kebermanfaatan bersama terutama untuk masyarakat,“ paparnya.

Melalui kegiatan webinar nasional ini, para peneliti dan pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat bertukar informasi sehingga akan memperkaya wawasan dan memperluas sudut pandang dalam berpikir ilmiah. Keikutsertaaan peneliti dalam seminar nasional publikasi ilmiah juga dapat membuka peluang publikasi ilmiah pada jurnal ber-reputasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan kapasitas keilmuan akademisi Indonesia untuk kedepannya.

Loading

Leave a Reply

3 × 2 =