Semarang | Berbicara tentang Pendidikan di perguruan tinggi tentunya tidak akan lepas dari suatu kurikulum pembelajaran yang diterapkan, baik untuk mata perkuliahan umum maupun khusus dan pilihan. Dengan adanya kurikulum yang ditetapkan akan mempermudah bagaimana perguruan tinggi untuk menentukan system pembelajaran yang akan berlangsung.


Sementara itu dalam penyusunannya sebuah kurikulum juga harus sesuai dengan Visi dan Misi sebuah perguruan tinggi atau Program Studi, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam menentukan system perkuliahan yang ada. Ada pun kurikulum di tingkat Pendidikan Tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi.

Melihat hal tersebut dan sebagai bagian dari sebuah Perguruan Tinggi Program Studi S1 Teknik elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Semarang, menyelenggarakan kegiatan workshop kurikulum skala mikro guna untuk menyesuaikan visi misi program studi. Dimana visi Program Studi Teknik Elektro adalah “menjadi Program Studi Teknik Elektro yang unggul di bidang rekayasa, berkarakter dan berwawasan internasional” di tahun 2034. Kegiatan dihadiri oleh Dekan (Dr. Ir. RM. Bagus Iarawan W.) Kepala Program Studi S1 Teknik elektro, Dosen dan sivitas akademika Program studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)
Sedangkan untuk mencapai visi tersebut maka Program Studi memiliki beberapa misi yang mendukung yaitu antara lain Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, mampu mengisi dan atau menciptakan lapangan kerja, Mengembangkan penelitian di bidang teknik elektro di tingkat nasional dan internasional, Mengembangkan pengabdian pada masyarakat dengan menerapkan hasil-hasil penelitian dan Menjalin kerjasama dengan institusi dan masyarakat untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.


Sesuai amanat di dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, khususnya di Pasal 35 ayat 3, yaitu bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia, sehingga kurikulum di Program Studi S1 Teknik Elektro wajib mengikuti ketentuan tersebut. Akan tetapi permasalahan yang ada saat ini adalah bahwa Pancasila dan Kewarganegaraan masih menyatu menjadi sebuah mata kuliah sebesar 3 SKS sehingga perlu dibentuk kembali menjadi dua mata kuliah yang terpisah dengan masing-masing memiliki beban sebesar 2 SKS.


“Berkaitan dengan Unimus yang merupakan sebuah Perguruan Tinggi Swasta berbasiskan agama, maka seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada dasarnya berorientasi pada Catur Dharma, yaitu Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan internalisasi nilai-nilai AIK tersebut ke dalam kurikulum. Internalisasi itu sendiri adalah merupakan sebuah proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai, dan norma-norma dalam masyarakat yang dilakukan oleh individu. Sedangkan untuk saat ini, metode maupun strategi yang tepat untuk melakukan internalisasi tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut”, ucap Dekan Fakultas Teknik.

“Maka dari itu berdasarkan dua permasalahan tersebut, maka diperlukan peninjauan ulang terhadap kurikulum S1 Teknik Elektro sehingga dapat mengakomodasi amanat UU no. 12 tahun 2012 mengenai keberadaan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain itu kurikulum juga diharapkan dapat memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Agama Islam dan Kemuhammadiyahan kepada seluruh peserta didik” lanjutnya. Sehingga tujuan dari workshop tersebut adalah untuk Memecah mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi dua mata kuliah terpisah, masing-masing sebesar 2 SKS, Menginternalisasi nilai-nilai Agama Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam kurikulum S1 Teknik Elektro, Meresmikan kurikulum yang sudah diperbarui sesuai masukan dari beberapa pihak dan mengintegrasikannya ke dalam Sistem Informasi Akademik Unimus (Siamus).

Loading

Leave a Reply