Pembinaan Muallaf Tak Berhenti pada Ikrar, Pendampingan Dibutuhkan untuk Menguatkan Kemandirian
Semarang | Menjadi muallaf bukan sekadar mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah ikrar keislaman, perjalanan baru dimulai dengan berbagai tantangan, mulai dari penguatan akidah, kondisi psikologis, ekonomi, pendidikan, hingga hubungan dengan keluarga. Karena itu, pembinaan dan pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan. Hal tersebut disampaikan Pembina dan Pendamping Muallaf Center Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Hj. Maria Anna Muryani, SH., […]
![]()