Semarang — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus memperkuat langkah strategis menuju World Class University melalui peningkatan kualitas institusi serta partisipasi aktif dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Universitas Muhammadiyah Semarang yang dihadiri oleh Rektor UNIMUS, para Wakil Rektor I hingga III, serta jajaran pimpinan universitas, yang membahas perkembangan pemeringkatan internasional serta strategi penguatan tata kelola akademik dan kelembagaan. Rapat pimpinan tersebut menjadi forum koordinasi strategis bagi pimpinan universitas untuk menyampaikan capaian institusi, evaluasi program kerja, serta merumuskan langkah-langkah penguatan UNIMUS dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med, menjelaskan bahwa pemeringkatan perguruan tinggi dunia saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas dan daya saing universitas di tingkat global. Beberapa lembaga pemeringkatan yang menjadi fokus UNIMUS antara lain UI GreenMetric, QS Ranking Asia, dan Times Higher Education (THE).


Menurutnya, masing-masing pemeringkatan memiliki indikator penilaian yang berbeda. UI GreenMetric menilai komitmen perguruan tinggi terhadap konsep sustainability atau kampus berkelanjutan, meliputi tata ruang kampus, ketersediaan ruang terbuka hijau, infrastruktur ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga sistem pengelolaan limbah dan sampah. Sementara itu, QS Ranking Asia lebih menitikberatkan pada aspek reputasi akademik dan internasionalisasi, yang mencakup indikator seperti academic reputation, employer reputation, jejaring internasional, serta kolaborasi global. Adapun Times Higher Education (THE) fokus pada tiga aspek utama yaitu teaching, research, dan global impact universitas. Dalam perkembangan terbaru, UNIMUS telah berhasil memperoleh capaian yang membanggakan pada pemeringkatan UI GreenMetric. Dari sekitar 592 perguruan tinggi dunia yang dinilai, UNIMUS berhasil menempati peringkat ke-59 dunia.
Pada tingkat regional, UNIMUS juga menunjukkan prestasi signifikan dengan meraih peringkat ke-2 Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah. Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang berjumlah sekitar 162 institusi, UNIMUS menempati peringkat ke-6, serta menjadi PTMA peringkat pertama di Jawa Tengah.


Capaian tersebut, menurut Prof. Budi Santosa, merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, khususnya kontribusi besar dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang menjadi motor penggerak berbagai kegiatan riset dan pengabdian.
Sebagai langkah strategis menuju universitas berkelas dunia, UNIMUS menyiapkan sejumlah program penguatan institusi, antara lain membangun sistem data institusi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pemeringkatan internasional, menjadikan riset sebagai mesin utama dalam membangun reputasi universitas, serta memperkuat program pascasarjana termasuk pengembangan jalur doktoral.
Selain itu, UNIMUS juga mendorong internasionalisasi kegiatan akademik, meningkatkan kualitas dan kapasitas dosen dalam pengajaran, memperkuat daya saing lulusan melalui hubungan dengan industri, serta menjadikan sustainability sebagai identitas dan komitmen universitas. Seluruh strategi tersebut akan diwujudkan melalui roadmap pengembangan universitas menuju World Class University secara bertahap dan berkelanjutan.


Rektor UNIMUS, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan perkembangan akademik di lingkungan universitas, termasuk pembukaan sejumlah program studi baru sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik UNIMUS.
Beberapa program studi baru tersebut antara lain S1 Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), S1 Desain Komunikasi Visual (DKV), S1 Hukum Bisnis, Pendidikan Profesi Dietisien, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obsgin), S2 Magister Manajemen, S2 Informatika, serta Program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Menurut Rektor, pembukaan program-program studi tersebut merupakan langkah strategis UNIMUS dalam menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia industri dan layanan kesehatan yang terus berkembang. Rektor juga mengingatkan seluruh unit kerja mengenai pengaturan tata kelola kegiatan selama masa libur nasional dan Hari Raya Idul Fitri, yang menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA), cuti bersama, serta libur nasional, hingga aktivitas kampus kembali normal setelah tanggal 27.


Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sebaran mahasiswa UNIMUS hingga Desember 2025 berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, menunjukkan bahwa UNIMUS semakin dikenal secara nasional. Universitas berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh mahasiswa. Menjelang masa libur panjang, pimpinan universitas juga mengimbau seluruh unit kerja untuk memastikan keamanan fasilitas kampus, seperti mematikan perangkat listrik dan pendingin ruangan, serta melakukan pengecekan gedung dan lingkungan kampus guna menjaga keselamatan dan efisiensi energi. Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd, menekankan pentingnya pembinaan karakter mahasiswa, termasuk melalui penguatan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta motivasi akademik. Para dosen diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada mahasiswa dalam setiap proses pembelajaran, sehingga mahasiswa mampu terhindar dari berbagai permasalahan sosial maupun akademik.
Menutup rapat pimpinan tersebut, Rektor UNIMUS menyampaikan pesan kepada seluruh sivitas akademika menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Semoga seluruh aktivitas yang kita lakukan menjadi berkah. Kami juga menyampaikan salam hormat kepada keluarga besar di kampung halaman dan mengucapkan selamat mudik. Semoga perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya. Dengan berbagai capaian dan strategi pengembangan tersebut, UNIMUS optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik dan kontribusi global sebagai universitas unggul yang berdaya saing internasional.

Loading